Aplikasi Temu Bakal Hadir di Indonesia, UMKM Makin Terancam?

Jakarta, GPriority.co.id – Menteri Koperasi dan UMKM, Teten Masduki, menyoroti aplikasi baru bernama Temu, yang dinilai dapat menjadi ancaman baru bagi produk lokal dan UMKM di Indonesia.

Temu merupakan e-commerce yang menyediakan berbagai produk, yang mirip dengan e-commerce lainnya.

Aplikasi Temu, pabrik terhubung dengan konsumen

Namun, Temu memiliki perbedaan, dimana pabrik dengan konsumen akan terhubung secara langsung.

Skema perdagangan ini sebenarnya melanggar PP No. 29/2021 tentang Penyelenggaraan Bidang Perdagangan, di mana PP itu membahas setiap kegiatan pabrik ke konsumen, yang harusnya terdapat perantara.

Dalam kata lain, antara pabrik tidak bisa langsung menjual produk ke konsumen.

Selain itu, Temu dinilai juga bisa menghilangkan sejumlah lapangan kerja yang berkaitan dengan rantai distribusi perdangan online, seperti reseller hingga affiliator.

Skema perdagangannya pun berbeda dengan official store di e-commerce lain. Hal ini karena e-commerce lain masih memiliki perantara dan barrier.

Bahkan, Temu dinilai juga bisa mematikan produk lokal dan UMKM. Menurut Menteri Teten, Temu dapat membuat produk lokal dan UMKM Indonesia sulit bersaing dari sisi harga jual.

Produk Temu akan diproduksi secara massal dan pabrikan, sehingga bisa memiliki biaya operasional yang lebih sedikit.

Terlebih, produk lokal UMKM juga tak mendapat dukungan rantai pasokan yang memadai.

Kendati demikian, menurut Staf Khusus Menkop-UKM, Fiki Satari, Temu telah mendapatkan izin usaha di Indonesia melalui Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI).

Pendaftaran tersebut sudah dilakukan sebanyak 3 kali, sejak September 2022 lalu, dan yang terakhir pada Juli 2024 kemarin.

Namun, pemerintah belum mengeluarkan izin usaha aplikasi temu di Indonesia.

Lebih lanjut, Temu juga dinilai dapat mengalahkan berbagai perusahaan raksasa lainnya seperti Shopee, Tokopedia, hingga TikTok Shop.

Dilaporkan, jika di Amerika Serikat, Temu mampu mengalahkan Amazon yang merupakan raksasa teknologi dan sudah berdiri selama puluhan tahun.

Jumlah pengguna Temu di Amerika Serikat sendiri sampai saat ini mencapai 70 juta pengguna, hanya dalam kurun waktu 2 tahun. Bahkan jumlah tersebut sama seperti jumlah pengguna Amazon dalam puluhan tahun.

Foto : Ilustrasi / Shutterstock