Jakarta, GPriority.co.id – Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy dalam sambutannya pada Sosialisasi Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025 – 2045 mengatakan, Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional 2025- 2045 memilik peran yang sangat strategis dalam mewujudkan cita -cita bangsa sesuai dengan amanat undang -undang nomor 25 Tahun 2004 tentang SPPN di Kantor Bappenas, Jakarta Pusat, Selasa (19/11).
Menurut Rachmat RPJPN merupakan sejarah penjabaran dibentuknya Pemerintah Negara Republik Indonesia yang tercantum dalam pembukaan Undang – Undang Dasar 1945, dalam bentuk visi – misi sesuai arah pembangunan nasional atau RPJPN 2005 -2025 yang akan berakhir pada desember 2024.
Atas dasar itu, Menteri Rachmat Pambudy mengatakan, RPJPN 2025 – 20245 disusun untuk menjamin sinergitas antar pelaku pembangunan dalam pencapaian tujuan nasional secara koheren antara periode kepemimpinan yang ada.
Untuk itu, RPJPN 2025 – 20245 telah disusun dan ditetapkan dalam Undang – Undang No. 59 Tahun 2024 yang disahkan pada 13 September 2024.
“Dengan demikian RPJPN 2025 – 2045 adalah dasar hukum bagi seluruh dokumen perencanaan di Negeri ini,”ucapnya.
“RJPN RPJPN 2025 – 2045 menjadi panduan dan arah bagi seluruh elemen masyarakat tanpa terkecuali, baik pemabangunan di pusat dan di daerah,” sambungnya.
Lanjut Menteri Rachmat Pambudy, Indonesia memiliki potensi yang amat sangat luar biasa untuk menjadi negara yang besar. Saat Ini Indonesia menjadi Negara dengan PDB ke 16 terbasar di dunia dan jumlah penduduk terbesar keempat di dunia. Indonesia memiliki kekayaan alam, kekayaan mineral, kekayaan hayati.
“Indonesia menjadi urutan pertama produsen nikel, produsen CPO pertama di dunia, Produsen kelapa terbesar ke 2 di dunia, produsen rumput laut,” tuturnya.
Secara geografis indonesia berada di tiga alur lintasan kepulauan dan menjadi aset dikawasan asia tenggara, namun demikian, kedepan indonesia akan menhadapi dinamika global yang semakin kompleks.
Saat ini kita sedang menghadapi peurubahan iklim, kerusakan lingkungan serta kehilangan keanekaragaman hayati. Tidak hanya itu, dunia semakin proteksi, eskalasi geopolitik dan geoekonomi memunculkan frakmentasi kekuatan baru, perkembangan teknologi yang masif menimbulkan distrubsi positif dan negatif, bahkan perubahan struktur demografi global yang diperkirakan 2050 akan bergeser ke kawasan Afrika seiring bertumbuhnya populasi dikawasan tersebut yang diperkirakan mencapai 81 % di tahun 2050.
Disisi domestik, Indonesia masih mengalami tantangan dalam pembangunan, antara lain ekonomi yang tumbuh staknan dikisaran 5 % selama 20 tahun terakhir. Hal ini menyebabkan Indonesia terjebak pada kelas menengah selama lebih dari 30 Tahun dan Ini mejadi atensi agar middle income trap ini dapat tertangani.
Dipaparkan oleh Rachmat, bahwa kualitas SDM di Indonesia masih sangat rendah dan indeks modal manusia baru mencapai 0,54 persen serta persoalan kesehatan yang masih menjadi atensi seperti stunting, kematian ibu, kematian bayi.
Untuk itu, sebagai upaya mencapai cita-cita indonesia 100 tahun yang akan datang, maka dalam RPJPN 2025 – 2045 telah ditetapkan visi Indonesia Emas 2045, Negara Kesatuan Republik Indonesia yang Bersatu, Berdaulat, Maju, dan Berkelanjutan.
5 sasaran utama diantaranya, visi pendapatan per kapita indonesia setara dengan negara maju, kemiskinan menurun, pengaruh global power indexs, meningkatnya sumber daya saing manusia, menurunkan emisi gas rumah kaca.
Untuk mencapai Indonesia emas 2045 kita harus melakukan transformasi secara menyeluruh, konkirt dan impresif serta konherensi antar sektor.
“Untuk itu ada 8 agenda transformasi menyeluruh untuk mencapai indonesia emas, diantaranya, mewujudkan transformasi sosia, mewujudkan transformasi ekonomi, mewujudkan transformasi Tata Kelola, menatap supremasi hukum, stabilitas, dan kepemimpinan indonesia, menatap ketahanan sosial budaya dan ekologi, mewujudkan pembangunan kewilayahan yang merata dan berkeadilan, mewujudkan sarana dan prasarana yang berkualitas dan ramah lingkungan,” jelasnya.
Diakhir sambutannya, Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy mengatakan, untuk membangun Negara Indonesia tentunya tidak bisa partisipasi satu pihak namun yang harus dilakukan adalah kolaborasi, untuk itu, jadikan RPJPN sebagai landasan untuk membangun Indonesia Emas 2045.
“Untuk membangun Negara Indonesia tentunya tidak bisa partisipasi satu pihak namun yang harus dilakukan adalah kolaborasi, untuk itu, jadikan RPJPN sebagai landasan untuk membangun Indonesia Emas 2045,” tutup Menteri Rachmat.
Foto: GPriority/Jojie
