Berburu Foto Estetik di 6 Tempat Wisata Bekas Tambang

6 tempat wisata bekas tambang di Indonesia untuk berburu foto estetik/Foto : Dok. Instagram (mukhlis.anjasmara) 6 tempat wisata bekas tambang di Indonesia untuk berburu foto estetik/Foto : Dok. Instagram (mukhlis.anjasmara)

Jakarta, GPriority.co.id – Pertambangan menjadi salah satu sektor di Indonesia yang paling disoroti. Faktanya, hampir setiap wilayah di Indonesia kaya akan pertambangan yang berlimpah mulai dari batu bara, minyak, ataupun timah.

Meski tak semuanya masih aktif, namun hingga kini banyak juga lokasi pertambangan yang dialih fungsikan sebagai tempat wisata. Berbeda dari tempat wisata pada umumnya, wisata bekas tambang dapat menciptakan pengalaman baru bagi para pengunjungnya, terlebih dengan citra estetiknya.

Jika anda ingin berlibur namun masih bimbang menentukan pilihan, berikut ini 6 tempat wisata bekas tambang di Indonesia paling recommended, versi GPriority.

1. Tebing Breksi, Yogyakarta

Sejak kehilangan fungsi awalnya sebagai tepat menambang batuan kapur, kawasan Tebing Breksi di daerah Sambirejo, Prambanan, Yogyakarta, beralih fungsi menjadi tempat wisata.

Tebing Breksi kini ramai didatangi oleh pengunjung dari berbagai kalangan usia, dan dilirik sebagai tempat wisata yang unik nan estetik.

Menurut informasi yang beredar, berpuluh-puluh juta tahun lalu terjadi erupsi Gunung Api Nglanggeran yang melontarkan berkubik-kubik abu. Seiring berjalannya waktu, endapan abu tersebut berubah menjadi lumpur lalu mengeras membentuk batuan. Akhirnya, terbentuklah batuan kapus berukuran besar dari material yang beragam di wilayah Desa Sambirejo, Prambanan, Yogyakarta.

Selama bertahun-tahun, warga sekitar meraup pundi-pundi uang dengan melakukan praktik penambangan batuan kapur di wilayah tersebut. Bahkan mereka menjadikan aktivitas ini sebagai mata pencaharian utama mereka.

Hingga di tahun 2014 silam para peneliti gabungan dari Institut Teknologi Bandung (ITB) serta Universitas Pembangunan Nasional (UPN) melakukan penelitian di wilayah Tebing Breksi. Beruntungnya, mereka menemukan jenis batuan tufan yang langka. Hingga lokasi Tebing Breksi dijadikan salah satu Geoheritage Yogyakarta, dan tak boleh ditambang lagi.

Dilansir dari beberapa sumber, sejak tak ada lagi aktivitas penambangan, mulai berdatangan orang-orang yang ingin menikmati senja di wilayah Tebing Breksi dan menjadikannya viral di sosial media. Wisatawan pun mulai berdatangan.

Untuk mempercantik lokasi tersebut dan semakin banyak menarik para pengunjung, seorang seniman muda bernama Anto, memahat batuan kapur raksasa dengan tinggi 30 meter hingga terbentuk relief dan patung dari cerita pewayangan. Diantaranya seperti pahatan Arjuna yang membunuh Buto Cakil, pahatan naga dengan mahkotanya, serta Patung Semar.

Mengikuti tren saat ini, banyak pula disediakan objek-objek untuk pengunjung melakukan selfie . Dari ketinggian Tebing Breksi, nampak tiga candi utama Prambanan, pesawat yang terbang dari bandara Adisucipto, serta jalanan dengan lampu-lampu yang menerangi Yogyakarta.

Lokasi : Jl. Desa Lengkong, RT.02/RW.17, Gn. Sari, Sambirejo, Prambanan, Sleman, DI Yogyakarta
Jam Buka : Setiap hari, mulai pukul 06.00-20.00
Harga Tiket : Rp10.000/orang

2. Danau Jayamix Rumpin, Bogor

Beralih ke wilayah Jawa Barat, Danau Jayamix Rumpin yang terletak di Kampung Sawah, Bogor, menjadi perhatian. Dahulu, danau ini menjadi lokasi pertambangan pasir.

Walau tak begitu luas, Danau Jayamix Rumpin diketahui memiliki kandungan bahan material serta pasir yang terlihat eksotis. Dahulu, danau ini digunakan untuk lahan pertambangan pasir yang dikelola oleh PT Jayamix, perusahaan yang memproduksi beton.

Namun sejak banjir kritik karena menciptakan getaran di sekitar wilayah pertambangan dan mengganggu aktivitas warga, aktivitas pertambangan pun dihentikan. Dari legokan bekas tambang di wilayah tersebut, terbentuklah sebuah kolam yang luas dan bentuknya seperti danau karena terisi air hujan.

Memiliki warna air yang kehijauan, wisata ini semakin bertambah indah karena adanya tebing bebatuan yang tertata dan menjadi daya tarik bagi pengunjung untuk berfoto di wilayah tersebut. Ditambah lagi, pemandangan di area sekitarnya juga tak kalah cantik.

Dengan kedalaman danau mencapai 27 meter, para pengunjung wisata ini dilarang melakukan aktivitas renang. Sejak kian dilirik oleh warga sekitar dan diluar Bogor, wisata ini mampu meningkatkan perekonomian warga setempat.

Lokasi : Kp. Nuggaherang, Tegalega, Kec. Cigudeg, Kabupaten Bogor, Jawa Barat
Jam Buka : Setiap hari, pukul 07.00-21.00
Harga Tiket : Rp2.000/orang

3. Danau Kaolin, Bangka Belitung

Selain terkenal akan keindahan lautnya, Bangka Belitung juga memiliki destinasi wisata bekas tambang yang populer, yaitu Danau Kaolin. Di tahun 2019, Danao Kaolin bahkan berhasil meraih nominasi destinasi unik terpopuler dalam ajang Anugerah Pesona Indonesia.

Terletak di wilayah Perawas, Kecamatan Tanjung Pandan, Kabupaten Belitung Regency, Kepualauan Bangka Belitung, Danau Kaolin terbentuk dari bekas tambang biji timah yang tak lagi difungsikan. Meski bekas tambang timah, namun udara dan suasana di sekitar Danau Kaolin tetap terasa segar dan sejuk, ditambah lagi tanpa adanya polusi.

Menariknya, mata para pengunjung juga akan dibuat tak berkedip karena pemandangan airnya yang jernih dan bukit putih yang menawan. Selain itu, Danau Kaolin memiliki warna air yang bervariasi. Danau Kaolin disebut “kolong” oleh warga setempat karena banyaknya kolong-kolong di area tersebut. Kolong dengan warna air biru muda menandakan kolong tersebut masih berusia muda bersikar 10 tahun. Sedangkan yang berwarna hijau gelap hingga coklat, menandakan kolong tersebut berusia tua.

Sementara itu, lubang galian tambang timahnya juga punya kedalaman yang beragam. Namun untuk pengunjung, akan disediakan fasilitas perahu yang siap mengantarkan ke danau yang dalam. Fasilitas pendukung pun lengkap seperti kamar mandi, warung makan, area parkir, tempat istirahat, dan berbagai fasiltias lainnya.

Lokasi : Perawas, Kec. Tj. Pandan, Kabupaten Belitung, Kepulauan Bangka Belitung
Jam Buka : Setiap hari, 24 jam
Harga Tiket : Rp10.000

4. Wisata Bukit Jaddih, Madura

Bukit Jaddih merupakan lokasi tambang kapur. Namun kini juga beralih fungsi sebagai tempat wisata yang tak kalah menarik perhatian. Sesuai namanya, Wisata Bukit Jaddih terletatk di Desa Jaddih, Kecamatan Socah, Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur. Tempat ini menarik perhatian bagi para pecinta foto estetik.

Memiliki pemandangan yang luar biasa menawan, Bukit Jaddih digali dan dijadikan tempat wisata yang menhadirkan pemandangan buatan yang menawan. Menurut laporan, sampai saat ini aktivitas pertambangan di sekitar lokasi masih berlangsung. Tak heran ketika pengunjung datang, mereka juga akan melihat truk dan alat berat pertambangan yang berlalu lalang.

Wisata Bukit Jaddih juga mempunyai danau dengan pemandangan indah dan pengunjung juga disediakan rakit jika ingin semakin menikmati tempat wisata ini. Kedalaman danau pada tempat wisata ini hanya sekitar 70 cm. Pengunjung pun dadpat berfoto pada rongga-rongga bukit.

Untuk menarik perhatian anak-anak, terdapat juga kolam renang dengan air yang segar, walau berada di tengah perbukitan kapur yang panas. Jika anda ingin berbelanja, terdapat juga toko aksesoris bernama Goa Pote.

Lokasi : Jakan, Parseh, Kec. Socah, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur
Jam Buka : Setiap hari, dari pukul 07.00-16.00
Harga Tiket : Rp5.000/orang

5. Taman Tebing Koja, Tangerang

Rekomendasi untuk warga Jakarta yang ingin merasakan sensai wisata bekas tambang di Indonesia, anda bisa mengunjungi Taman Tebing Koja. Dari Jakarta, wisata ini hanya berjarak dua jam. Dulunya, lokasi Taman Tebing Koja digunakan untuk aktivitas penambangan pasir kapur. Namun setelah dihentikan, tersisalah pemandangan tebing dan panorama alam yang eksotis.

Tempat wisata ini juga cocok bagi anda yang ingin menikmati pemandangan tebing-tebing, pepohonan, serta sungai. Uniknya, panorama Taman Tebing Koja memiliki kemiripan dengan tebing di lokasi syuting film Jurassic Park dan Godzilla. Sehingga tempat wisata ini juga memiliki sebutan ‘Kandang Godzilla’.

Tak sekadar menikmati panorama terbingnya, pengunjung juga bisa menjelajahi tebing tersebut dan melakukan trekking, serta menyusuri kolam melewati tebing-tebing yang ada. Sebagai informasi, Taman Tebing Koja hanya berjarak 76 kilometer dari Jakarta Selatan.

Bagi pengunjung, diimbau untuk berhati-hati saat menaiki tebing-tebing kapur yang menjulang dikarenakan tak adanya pagar pembatas. Pengelola juga menyediakan perahu yang dioperasikan warga setempat. Sayangnya menurut informasi yang beredar dari beberapa sumber, kini wahana perahu tersebut tak lagi beroperasi.

Lokasi : Cirendeu, Desa CIkuya, Kecamatan Solear, Kabupaten Tangerang, Banten
Jam Buka : Setiap hari, pukul 05.00-18.00
Harga Tiket : Rp20.000/orang

6. Wisata Alam Bukit Jamur Bungah, Gresik

Berada pada area seluas 3 hektar, Wisata Alam Bukit Jamur Bungah kian terkenal beberapa tahun belakangan, karena memiliki bebatuan dengan bentuk unik seperti jamur. Batuan bentuk jamur ini tercipta dari pengikisan alam selama bertahun-tahun lamanya. Tak sedikit pengunjung yang tertarik berfoto karena lokasinya yang sangat estetik nan indah.

Dahulu, area Wisata Alam Bukit Jamur Bungah digunakan untuk aktivitas penambangan kapur. Namun sejak tak lagi diperasikan, beralih fungsi sebagai tempat wisata. Di area tersebut, terdapat 40 batu berbentuk jamur dengan ketinggian bervariasi. Paling tinggi bahkan mencapai 7 meter.

Meski cuaca di sekitar tempat wisata panas, pihak pengelola menyewakan payung dengan harga sewa mulai dari Rp3.000-5.000. Karena keunikannya, banyak juga pengunjung yang melakukan pre-wedding di lokasi Wisata Alam Bukit Jamur Bungah, Gresik.

Lokasi : Desa Bungah, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik, Jawa Timur
Jam Buka : Setiap hari, pukul 06.00-17.00
Harga Tiket : Rp3.000