Jakarta, GPriority.co.id – Ramai beredar berita terkait pembatasan layanan panggilan dan video call di WhatsApp. Kebijakan ini disebut akan diberlakukan oleh Kemkomdigi (Kementerian Komunikasi dan Digital) di Indonesia dalam waktu dekat.
Sebuah laporan mengatakan jika kebijakan ini merupakan langkah Kemkomdigi sebagai solusi dari persaingan antar operator seluler dan platform OTT (Over The Top), agar lebih adil.
Operator seluler sendiri telah mengeluarkan modal besar guna membangun infrastruktur internet, namun masih dibebani pungutan. Di sisi lain, platform OTT seperti WhatsApp salah satunya, hanya menumpang jaringan tanpa memberi kontribusi nyata.
Berlatarbelakang hal tersebut, Kemkomdigi berniat membatasi layanan dasar OTT seperti panggilan suara dan video, supaya operator lokal tak merugi.
“Tujuannya supaya sama-sama menguntungkan. Operator seluler itu sudah berdarah-darah membangun infrastrukturnya,” ujar Denny Setiawan, Direktur Strategi dan Kebijakan Infrastruktur Digital Kemkomdigi.
Tak berselang lama setelah wacana ini viral di media sosial dan menuai kritik, Menkomdigi Meutya Hafid pun memberikan klarifikasi. Secara tegas ia mengatakan jika rencana tersebut tak akan diberlakukan.
Meutya turut meminta maaf terkait kekhawatiran yang terjadi usai berita tersebut beredar. Ia menegaskan, belum ada pembahasan lebih lanjut terkait kebijakan pembatasan layanan tersebut.
“Saya meminta maaf jika terjadi keresahan di tengah masyarakat. Saya sudah meminta jajaran terkait untuk segera melakukan klarifikasi internal, dan memastikan tidak ada kebijakan yang diarahkan pada pembatasan layanan digital,” tegasnya.
Lebih lanjut Meutya mengatakan jika pihak Kemkomdigi memang telah menerima sejumlah usulan dari berbagai pihak. Diantaranya ATSI dan Mastel yang memberi saran agar Kemkomdigi dapat lebih menata ekosistem digital. Kendati demikian, hal ini belum menjadi agenda resmi.
Kini Kemkomdigi tengah fokus pada perluasan akses internet di wilayah 3T, meningkatkan literasi digital, serta melakukan perlindungan data masyarakat pada ruang digital.
