Jakarta, GPriority.co.id – DPRD DKI Jakarta menggelar rapat paripurna penandatanganan nota kesepahaman (MoU) Rancangan Kebijakan Umum APBD (KUA) serta Rancangan Prioritas dan Platform Anggaran Sementara (PPAS) APBD DKI Jakarta tahun anggaran 2026, Rabu (13/8).
Ketua DPRD DKI Jakarta, Khoirudin, mengatakan waktu pembahasan KUA PPAS kali ini berbeda dengan tahun sebelumnya.
Dia memberikan waktu cukup panjang untuk menuntaskan pembahasan hingga tahap Rancangan APBD mendatang.
“Alhamdulillah masih cukup waktu yang dimiliki untuk bisa menuntaskan, memastikan pada rapat RAPBD yang akan datang. Dan tentu saya ingin memberikan waktu yang luar biasa, yang biasa tiga hari, saya ingin memberikan satu pekan untuk membahas dengan detail. Agar bisa dipastikan semua dana tepat sasaran untuk masyarakat. Agar tujuan pengeluaran kita bisa kita capai menuju Jakarta kota global yang berbudaya,” ujar Khoirudin kepada wartawan di DPRD DKI Jakarta, Rabu (13/8).
Lebih lanjut, Khoirudin menegaskan, prioritas pembangunan daerah tidak berubah, yakni fokus pada penanganan banjir, kemacetan, serta peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan.
“Tidak berbeda kalau prioritas, sama. Karena Jakarta masih berkutat pada banjir, penyelesaian untuk normalisasi Sungai Ciliwung yang memang masih kita kerjakan. Untuk masalah macet, akan kita tuntaskan. Kemudian masalah pendidikan, kesehatan sebagai landasan menjadi fokus kita bersama,” ucapnya.
Dengan penandatanganan MoU ini, DPRD dan Pemprov DKI diharapkan dapat menyelaraskan arah kebijakan dan anggaran untuk menjawab tantangan pembangunan Jakarta di tahun 2026.
Pewarta : Fifi Abdurahman
