Palu, GPriority.co.id – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,0 yang mengguncang Poso, Sulawesi Tengah pada Minggu (17/8) pukul 06.38 WITA, meninggalkan duka mendalam. Pasalnya, ada banyak korban jiwa akibat gempa ini.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), Akris Fattah Yunus melaporkan bahwa ada sebanyak 41 korban jiwa akibat bencana tersebut. Dua korban diantaranya mengalami kritis.
“Total korban luka sebanyak 41 orang. Dimana sembilan luka berat, dua diantaranya kritis dan 32 luka ringan,” kata Akris Fattah dalam keterangan tertulis di Palu, Minggu (17/8) malam, dikutip dari Antara.
Dia menambahkan, hingga pukul 20.00 WITA, tercatat bahwa sembilan korban yang mengalami luka berat dan tujuh luka ringan tengah dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Poso.
Sementara, kata Akris Fattah, tujuh orang dirawat di Puskesmas Tokorondo, 10 ditangani di lokasi oleh Dinas Kesehatan Poso dan delapan dirawat di Puskesmas Tangkura.
Selain itu, sebanyak 62 pasien RSUD Poso terpaksa diungsikan ke tenda darurat BPBD, yang didirikan di halaman rumah sakit demi keselamatan mereka.
Lebih lanjut, Akris Fattah mengungkapkan kebutuhan mendesak yang diperlukan oleh BPBD untuk membantu warga, yakni tenda, terpal, lampu taktis, selimut, alas tidur, makanan siap saji, perlengkapan bayi, obat-obatan, serta kendaraan operasional.
Tak lupa, Akris Fattah mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada dengan gempa susulan.
“BPBD Sulteng terus berkoordinasi dengan aparat desa dan pemerintah daerah, untuk mempercepat penanganan darurat. Kami juga mengimbau masyarakat tetap waspada karena gempa susulan masih berlangsung,” kata Akris Fattah.
Sebelumnya, Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,0 mengguncang wilayah Poso, Sulawesi Tengah pada Minggu (17/8/2025) pukul 06.38 WITA.
Guncangan dirasakan kuat di Kecamatan Poso Pesisir dengan pusat gempa berada di darat pada kedalaman 10 kilometer, tepatnya di koordinat 1,30° LS dan 120,62° BT.
Berdasarkan laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa ini termasuk jenis gempa tektonik dan hingga kini telah tercatat 15 kali gempa susulan.
Pewarta : Fifi Abdurahman
