BNPB sebut Satu Orang Meninggal Dunia Akibat Gempa Poso

Satu orang meninggal dunia akibat gempa bumi di Poso, Sulawesi Tengah/Foto : Dok BPBD Kabupaten Poso

Palu, GPriority.co.id – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan satu orang meninggal dunia akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,0 yang mengguncang wilayah Poso, Sulawesi Tengah pada Minggu (17/8) kemarin.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengatakan, warga yang meninggal dunia adalah pasien yang sebelumnya mengalami kritis.

“Dilaporkan warga yang meninggal dunia merupakan pasien yang sebelumnya mengalami kritis usai tertimpa reruntuhan bangunan pascagempa di Gereja Elim Masani, Desa Masani, Kecamatan Poso Pesisir, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah,” kata Abdul Muhari dalam keterangannya, Senin (18/8).

Dia menambahkan, ketika gempa itu terjadi, para jemaat tengah mengikuti ibadah pagi. Akibatnya, sejumlah jemaat tertimpa material kayu dan batako dari bangunan gereja yang masih dalam tahap konstruksi.

Lebih lanjut, Abdul Muhari mengungkapkan data terbaru terkait kerusakan rumah akibat bencana itu.

Dia mengatakan, kerusakan rumah di wilayah Poso akibat gempa bumi tersebut mengalami peningkatan.

“Data kerusakan rumah juga mengalami peningkatan. Kaji cepat sementara, tercatat sedikitnya 12 unit rumah rusak berat dan 33 unit rumah rusak ringan,” ucapnya.

Untuk membantu para warga, pihak BNPB menurunkan Tim Reaksi Cepat (TRC) yang diberangkatkan ke Poso pada Senin (18/8) dini hari.

Selain itu, BNPB juga akan mengirimkan bantuan tahap awal berupa makanan siap saji, tenda pengungsi, tenda keluarga, Hygiene kit, selimut dan matras.

Sebelumnya, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), Akris Fattah Yunus melaporkan bahwa ada sebanyak 41 korban jiwa akibat bencana tersebut. Dua korban diantaranya mengalami kritis.

“Total korban luka sebanyak 41 orang. Dimana sembilan luka berat, dua di antaranya kritis dan 32 luka ringan,” kata Akris Fattah dalam keterangan tertulis di Palu, Minggu (17/8) malam, dikutip dari Antara.

Pewarta : Fifi Abdurahman