Palu, GPriority.co.id – Bupati Poso, Verna Inkiriwang, resmi menetapkan status tanggap darurat bencana gempa bumi yang melanda Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, pada Minggu (17/8) lalu.
Adapun penetapan itu tertuang dalam Surat Keputusan Bupati Poso nomor Nomor 100.3.3.2/0000/2025 yang ditandatangani pada Senin (18/8/2025).
“Status tanggap darurat bencana gempa bumi di kecamatan Poso Pesisir, kecamatan Poso Pesisir Utara, dan kecamatan Poso Pesisir Selatan Kabupaten Poso,”kata Verna Inkiriwang dalam SK tersebut.
Status tanggap darurat itu diberlakukan selama 14 hari, mulai 18-31 Agustus 2025.
Dalam keputusan itu juga, Verna sampaikan bahwa, pemerintah daerah bersama BPBD, TNI-Polri, serta masyarakat diminta berkoordinasi menangani dampak bencana.
Adapun anggaran penanggulangan bencana itu dibebankan kepada APBD Kabupaten Poso, APBD Provinsi Sulawesi Tengah, hingga APBN
“Anggaran penanggulangan ditanggung oleh APBD Kabupaten Poso, APBD Provinsi Sulawesi Tengah, APBN, serta sumber lain yang sah dan tidak mengikat,” ucap Verna.
Keputusan tersebut juga ditembuskan kepada kepala BNPB di Jakarta, gubernur Sulawesi Tengah, hingga pimpinan DPRD baik provinsi maupun kabupaten. Dengan penetapan ini, upaya penanganan bencana diharapkan lebih cepat, sistematis, dan menyeluruh.
Sebelumnya, Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,0 mengguncang wilayah Poso, Sulawesi Tengah pada Minggu (17/8/2025) pukul 06.38 WITA.
Guncangan dirasakan kuat di Kecamatan Poso Pesisir dengan pusat gempa berada di darat pada kedalaman 10 kilometer, tepatnya di koordinat 1,30° LS dan 120,62° BT.
Berdasarkan laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa ini termasuk jenis gempa tektonik dan hingga kini telah tercatat 15 kali gempa susulan.
Dari peristiwa itu sekitar 14 desa/kelurahan terdampak yakni Desa Tiwaa, Ueralulu, Masamba, Tokorondo, Lape, Bega, Towu, Masani, dan Kelurahan Tabalu di Kecamatan Poso Pesisir.
Kemudian Desa Padalembara, Patiwunga, Tangkura Kecamatan Poso Pesisir Selatan, dan Desa Kilo di Kecamatan Poso Pesisir Utara.
Pejabat (Pj) Penanggulangan Bencana BPBD Poso Sofyan mengatakaan kerusakan infrastruktur akibat guncangan gempa ini bertambah menjadi 204 bangunan.
“Hingga kini Tim Reaksi Cepat (TRC) terus melakukan pendataan lapangan dan data yang disampaikan masih dinamis,” kata Sofyan di Palu dikutip dari Antara, Selasa (19/8).
Pewarta : Fifi Abdurahman
