Sidak, Francine PSI Temukan Karcis Manual di Pasar Cipete, Mesin Non Tunai Rusak di Pasar Santa

Anggota Komisi B DPRD Provinsi DKI Jakarta, Francine Widjojo/Foto : Dok Fraksi PSI Jakarta

Jakarta, GPriority.co.id – Penerapan gate-system di lahan parkir pasar-pasar yang dikelola Perumda Pasar Jaya dinilai belum optimal.

Hal ini terungkap dalam rapat Panitia Khusus (Pansus) Perparkiran DPRD DKI Jakarta pada Kamis (11/9).

Anggota Pansus Perparkiran DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PSI, Francine Widjojo, mengungkapkan pengalamannya saat melakukan inspeksi mendadak di Pasar Cipete.

Ia mendapati masih diberi karcis manual dan diminta membayar tunai meski area parkir sudah memiliki gate-system.

“Di Pasar Cipete itu ada gatenya, tetapi ketika saya masuk, palangnya terbuka, dan saya diberi karcis tulisan tangan,” ujar Francine sambil menunjukkan bukti karcis tersebut.

Francine juga menemukan selisih tagihan lebih dari satu jam ketika hendak membayar. Ia mempertanyakan mekanisme pengawasan Pasar Jaya terhadap lahan parkirnya.

“Selisih 1 jam, untung saya cek dulu. Harusnya semua pasar di bawah pengelolaan Pasar Jaya pembayaran parkirnya cashless untuk mengurangi potensi kebocoran dan meningkatkan PAD Jakarta,” tegasnya.

Permasalahan serupa juga ia temukan di Pasar Santa, Jakarta Selatan. Mesin pembayaran non tunai di lokasi tersebut tidak berfungsi dan ditempeli stiker bertuliskan “Cash only. Tidak terima e-money”.

“Saat bayar parkir di Pasar Santa, antriannya cukup panjang, dan saya menolak bayar tunai. Lalu diberikan barcode QRIS untuk proses bayar dan ini makan waktu lebih lama dibanding tap kartu pembayaran non tunai,” jelas Francine.

Dalam rapat yang turut dihadiri Dirut Perumda Pasar Jaya Agus Himawan, Francine mendesak agar Pasar Jaya segera menertibkan sistem parkir.

Ia menekankan perlunya penerapan penuh gate-system, pembayaran non tunai, serta kepatuhan perizinan perparkiran.

“Pasar Jaya memiliki lebih dari 100 pasar yang memiliki lahan parkir, namun semuanya tidak memiliki izin perparkiran. Infonya baru 28 objek parkir yang sedang dalam proses diurus perizinannya, lainnya belum ada,” tutup Francine.

Pewarta : Fifi Abdurahman