Jakarta, GPriority.co.id – Dalam beberapa tahun terakhir, semakin banyak muda-mudi muslim yang aktif mengikuti kajian, kelas, hingga konten seputar pernikahan. Tak sedikit pula yang akhirnya ingin menikah di usia muda.
Menanggapi fenomena ini, Mentor Kelas Pra Nikah Masjid Agung Sunda Kelapa, Ustad Reno Fathur, menilai bahwa hal tersebut adalah sesuatu yang baik.
“Keinginan ini adalah sesuatu yang baik, sebab menikah merupakan sunnah Nabi sekaligus jalan untuk menjaga diri dari perbuatan maksiat,” ujar Ustad Reno kepada GPriority, Minggu (14/9).
Ia kemudian mengutip sabda Rasulullah SAW:
يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمُ الْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ، فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ، وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ
“Wahai para pemuda, barangsiapa di antara kalian mampu menikah, maka menikahlah. Karena menikah itu lebih menundukkan pandangan dan lebih menjaga kemaluan.” (H.R. Bukhari dan Muslim).
Namun, Ustad Reno menekankan bahwa pernikahan bukan hanya soal keberanian mengambil keputusan, melainkan tentang kesiapan yang matang.
“Banyak anak muda yang terburu-buru menikah tanpa benar-benar memahami konsekuensi dan tanggung jawab di baliknya. Akibatnya, ketika dihadapkan pada ujian rumah tangga (kesibukan, masalah ekonomi, perbedaan prinsip, atau konflik keluarga) pernikahan mudah goyah,” jelasnya.
Lima Hal yang Harus Disiapkan Sebelum Menikah
1. Jangan Hanya Fokus Mencari, Tapi Menjadi
Dia menuturkan, Anda harus menjadi pribadi yang pantas ditemukan, sebelum akhirnya berharap menemukan pasangan terbaik.
“Sebelum berharap menemukan pasangan terbaik, jadilah pribadi yang pantas ditemukan. Perbaiki diri dengan iman, akhlak, dan ilmu sebagai bekal membangun rumah tangga yang kokoh,” tutur Ustad Reno.
2. Menikah Bukan Pelarian, Tapi Perjalanan untuk Ibadah
Ia mengingatkan agar tidak menjadikan pernikahan sebagai jalan kabur dari masalah atau sekadar memenuhi ekspektasi sosial.
“Menikah adalah perjalanan iman untuk semakin dekat kepada Allah dan menjaga diri dari yang haram,” ucapnya.
3. Tingkatan Ibadah: Wajib Dahulu, Baru Sunnah
Menurutnya, pernikahan ibarat bangunan yang pondasinya harus kokoh.
“Ibadah wajib menjadi prioritas, kemudian diperkuat dengan amalan sunnah. Perlu diingat bahwa menikah itu sendiri adalah sunnah yang agung dan levelnya tinggi,” katanya.
Karena itu, tambah Ustad Reno latihlah diri Anda dengan sunnah-sunnah yang lebih ringan dan mudah dahulu, seperti menjaga wudhu, shalat sunnah rawatib, membaca Al-Qur’an secara rutin, atau membiasakan sedekah harian.
“Jika terbiasa dengan amalan sunnah kecil, insyaAllah akan lebih siap menanggung tanggung jawab besar dalam ibadah pernikahan,” tutur Ustad Reno.
4. Pelajari Ilmu-ilmu Pra Nikah
Ustad Reno menegaskan, bahwa menikah bukan hanya soal cinta, tetapi juga soal ilmu.
Maka dari itu, i menyarankan calon pengantin mempelajari fiqih pernikahan (hak dan kewajiban suami-istri, hukum talak, nafkah), ilmu keuangan, kesehatan, psikologi, hingga keterampilan teknis rumah tangga.
“Dengan pemahaman yang cukup, pernikahan akan lebih terarah dan siap menghadapi dinamika kehidupan rumah tangga,” imbuh Ustad Reno.
5. Mantapkan Pondasi, Bangunan Akan Kokoh
Ustad Reno menekankan bahwa pondasi pernikahan bukan sekadar cinta kepada pasangan, melainkan terutama cinta kepada Allah.
“Kita bersatu bukan hanya karena saling mencintai, namun karena kita mencintai Allah. Maka Allah persatukan kita dalam cinta-Nya,” pungkasnya.
Pewarta : Fifi Abdurahman
