9 Kebiasaan Rasulullah SAW yang Ternyata Sejalan dengan Sains

Rasulullah SAW memiliki 9 kebiasaan yang sejalan dengan sains saat ini/Foto : Ilustrasi Dok. Freepik Rasulullah SAW memiliki 9 kebiasaan yang sejalan dengan sains saat ini/Foto : Ilustrasi Dok. Freepik

Jakarta, GPriority.co.id – Sejumlah kebiasaan Rasulullah Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari kembali menjadi perhatian karena dinilai memiliki kesesuaian dengan sejumlah temuan dalam ilmu kesehatan modern.

Artikel “9 Habits of the Prophet Muhammad PBUH That Science Later Proved” yang dimuat The Islamic Seminary of America pada 27 September 2022 mengulas sembilan kebiasaan tersebut, mulai dari bangun pagi, pola makan, berpuasa hingga menjaga aktivitas fisik.

Artikel tersebut menyebut Rasulullah SAW memiliki kebiasaan tidur lebih awal dan bangun ketika azan Subuh. Kebiasaan bangun pagi kemudian dikaitkan dengan produktivitas dan kesehatan mental yang lebih baik. Namun, kaitan tersebut sebaiknya dipahami sebagai kesesuaian dengan prinsip kesehatan modern, bukan berarti seluruh kebiasaan Nabi telah “dibuktikan” secara ilmiah secara langsung.

Dalam hal makanan, artikel itu menyoroti anjuran untuk makan secukupnya dan tidak berlebihan. Konsep yang disebut sebagai “1/3 untuk makanan, 1/3 untuk minuman, dan 1/3 untuk napas” juga dibandingkan dengan konsep hara hachi bu dari Jepang, yakni berhenti makan sebelum benar-benar kenyang. Selain itu, makan secara perlahan disebut dapat membantu seseorang mengontrol jumlah makanan yang dikonsumsi.

Rasulullah SAW juga disebut menganjurkan makan bersama, yang dalam artikel tersebut dikaitkan dengan manfaat sosial seperti mengurangi stres dan membangun kebiasaan makan yang sehat dalam keluarga. Artikel itu mengutip hadis, “Makanlah bersama-sama dan jangan terpisah-pisah, karena keberkahan terdapat dalam kebersamaan.”

Kebiasaan lainnya berkaitan dengan cara minum. Artikel tersebut mencantumkan anjuran, “Janganlah minum air dalam satu tarikan napas, tetapi minumlah dalam dua atau tiga tarikan napas.” Pesannya adalah agar air diminum secara bertahap, bukan sekaligus dalam satu tarikan.

Selain pola makan, puasa juga menjadi bagian penting. Artikel Islamic Seminary menyebut Rasulullah SAW menjalankan puasa tidak hanya pada Ramadan, tetapi juga pada waktu-waktu tertentu di luar Ramadan. Praktik tersebut kemudian dibandingkan dengan intermittent fasting yang banyak diteliti dalam ilmu kesehatan modern.

Artikel tersebut turut membahas konsumsi delima dan kurma, serta pentingnya menjaga tubuh tetap aktif. Kurma disebut sebagai makanan yang sesuai untuk berbuka, sementara aktivitas fisik dipandang penting karena kesehatan dan kebugaran diperlukan untuk menjalankan berbagai ibadah.

Khusus mengenai tidur, penelitian dalam IIUM Medical Journal Malaysia menemukan bahwa sejumlah prinsip tidur dalam tradisi Islam memiliki kesesuaian dengan konsep sleep hygiene modern, termasuk tidur lebih awal dan bangun lebih pagi.

Dengan demikian, sembilan kebiasaan Rasulullah SAW yang dibahas bukan hanya menyangkut kesehatan fisik, tetapi juga pola hidup seimbang. Nilai utamanya tetap berada pada keteladanan Nabi, sementara temuan sains dapat menjadi perspektif tambahan untuk memahami manfaat sejumlah kebiasaan tersebut.