Recall Global 1,9 Juta Kendaran, Ford Pastikan Tak Berdampak di Indonesia

Logo Ford. Foto: istimewa Logo Ford. Foto: istimewa

Jakarta, GPriority.co.id – Ford RMA Indonesia menegaskan bahwa penarikan kembali (recall) hampir dua juta kendaraan Ford secara global tidak berdampak pada produk yang dipasarkan di Indonesia.

Pernyataan tersebut disampaikan menyusul kabar recall yang dilakukan Ford Motor Company terhadap 1,9 juta unit kendaraan karena masalah pada kamera belakang. Masalah tersebut dilaporkan dapat menyebabkan tampilan gambar kamera menjadi terbalik, terdistorsi, atau bahkan kosong saat kendaraan dimundurkan, sehingga berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan.

“Kami memahami adanya pemberitaan terkait penarikan kembali sejumlah kendaraan Ford di Amerika Serikat. Perlu kami tegaskan bahwa penarikan ini hanya berlaku di wilayah Amerika Serikat dan tidak berpengaruh pada kendaraan Ford yang dipasarkan di Indonesia,” ujar Country Manager Ford RMA Indonesia, Toto Suharto, dikutip di Jakarta, Minggu (14/9).

Toto menegaskan, model-model yang terdampak recall—seperti Lincoln MKC, Mustang, Expedition, Edge, hingga Ranger tahun produksi 2019 tidak pernah menjadi bagian dari lini resmi Ford di Indonesia.

“Hingga saat ini tidak ada rencana resmi untuk memasarkan model-model tersebut di Indonesia,” imbuhnya.

Sebagai distributor resmi, RMA Group bersama Ford Motor Company menegaskan komitmennya untuk menghadirkan produk berkualitas dengan standar keselamatan global serta memberikan layanan purna jual terbaik kepada konsumen di Indonesia.

Sebelumnya, National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) Amerika Serikat melaporkan bahwa masalah kamera belakang tersebut mencakup 1,45 juta kendaraan di AS, 122.000 di Kanada, dan sekitar 300.000 unit di pasar lainnya.

Ford mengaku telah menerima lebih dari 44.000 klaim garansi global serta mencatat 18 kecelakaan yang berkaitan dengan kerusakan kamera, meskipun hingga saat ini belum ada laporan korban luka.