Mengenal Domestic Thrill Syndrome, Ketika Pria Senang Dimarahi Pasangannya

Unggahan akun Threads @mudallah_02 menyoroti empat pertanyaan yang dinilai dapat membuka percakapan lebih dalam dengan pasangan/Foto : Ilustrasi Dok. iStock Unggahan akun Threads @mudallah_02 menyoroti empat pertanyaan yang dinilai dapat membuka percakapan lebih dalam dengan pasangan/Foto : Ilustrasi Dok. iStock

Jakarta, GPriority.co.id – Kebanyakan kaum pria pasti merasa kesal saat dimarahi pasangannya, apalagi jika tanpa sebab yang jelas. Namun, fenomena Domestic Thrill Syndrome justu menjadi kebalikannya.

Domestic Thrill Syndrome menggambarkan kecenderungan pria yang merasa lebih hidup ketika ia dimarahi oleh pasangannya, setelah berbuat salah.

Fenomena Domestic Thrill Syndrome bahkan juga menginspirasi lahirnya ide startup “Virtual GF Scolding 2.0” yang menawarkan teguran harian untuk para jomblo setiap harinya. Fenomena ini mengartikan jika cinta tak selalu hadir dalam pelukan, namun juga bisa lewat teguran atau amarah dari pasangan dengan tujuan untuk mengubah seseorang menjadi lebih baik.

Sosiolog menilai, teguran dan amarah dari pasangan justru seperti memberi arah dan sebagai pengingat bagi pria, agar lebih sadar akan kesalahannya. Meskipun ketika marah, wanita seakan seperti ‘memberi mata kuliah selama satu semester penuh’.

Lebih lanjut, Relationship Insight Asia pada tahun 2024 melakukan survei kepada 1.500 responden pria di Asia Tenggara. Hasilnya, 78 persen pria mengaku senang dimarahi pasangannya usai melakukan kesalahan. Mereka merasa lebih diperhatikan oleh pasangan lewat amarah. 65 persen pria juga merasa jika teguran pasangannya membuat mereka lebih sadar akan kesalahan yang diperbuat dan berusaha memperbaikinya.

Sementara, 22 persen pria mengaku lebih suka dimarahi oleh pasangannya, namun bukan di depan umum agar harga diri mereka tidak terluka.

Menurut penelitian yang dilansir dari Medium, semakin seorang wanita mencintai seorang pria, semakin ia ingin mengkhawatirkan segalanya untuknya. Sekalipun itu hanya hal kecil. Hal tersebut karena wanita begitu peduli pada ‘pria’nya, dan akan merasa khawatir hingga menegurnya dengan amarah.

Seperti kata William Shakespeare, “Semakin banyak cinta yang kita berikan, semakin banyak kesedihan yang kita rasakan. Bahkan hal terkecil pun membuat kita khawatir, dan ini disebabkan oleh cinta yang kuat.”