Bekasi, GPriority.co.id – Grand Mall Bekasi, salah satu mal andalan warga Bekasi, resmi ditutup permanen sebagaimana dilansir dari laporan ANTARA pada Senin (13/10).
“Grand Mall Bekasi sudah tidak beroperasi sejak awal tahun setelah mengalami kemunduran tingkat kunjungan selama beberapa tahun,” ujar Alphonzus Widjaja, Ketua Umum APPBI (Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia), seperti dikutip dari postingan Instagram @bekasi.terkini.
Penutupan permanen ini terjadi akibat kerasnya persaingan bisnis pusat perbelanjaan di wilayah penyangga Jakarta. Alphonzus menyebut, penyebab utama kemunduran Grand Mall Bekasi ialah kegagalan manajemennya dalam beradaptasi terhadap perubahan gaya hidup serta tren konsumen di zaman sekarang.
“Pusat perbelanjaan yang tidak mampu merespons perubahan gaya hidup masyarakat, tidak akan dipilih lagi oleh pengunjung,” tambahnya.
Selain itu, dalam beberapa tahun terakhir, banyak bermunculan mal baru di Bekasi dengan konsep yang jauh lebih modern. Hal ini membuat pengalaman belanja para pengunjung lebih menarik, jika dibandingkan dengan Grand Mall Bekasi.
Akibat tak melakukan inovasi, mal yang telah berdiri sejak 2013 tersebut menyebabkan penurunan pengunjung secara drastis hingga banyak penyewa toko yang ikut angkat kaki karena operasional mal yang tak lagi bisa dipertahankan.
Menurut Alphonzus, kasus ini merupakan peringatan keras bagi pengelola mal tersebut agar dapat lebih inovatif. Terlebih saat ini, di tengah perubahan perilaku konsumen yang serba cepat dan dinamis, pengelola pusat belanja juga dtuntut untuk terus berinovasi dalam menciptakan customer experience yang lebih kekinian.
Laporan menyebut, bangunan Grand Mall Bekasi yang terletak di Jalan Jenderal Sudirman, Harapan Mulya tersebut tampak sepi dan gelap. Salah satu TikToker yang membuat konten video di mal tersebut memperlihatkan seluruh pintu mal yang telah digembok serta toko-toko yang juga ditutup permanen.
Padahal, dahulu Grand Mall Bekasi merupakan salah satu ikon hiburan dan belanja warga Bekasi karena harga barang-barangnya yang murah. Namun sejak bermunculan mal baru, satu-persatu toko mulai tutup. Satu hal yang membuat mal tersebut masih berdiri, ialah karena adanya bioskop XXI yang harga tiketnya lebih terjangkau dibandingkan bisokop pada mal lain.
Dikutip dari kolom komentar Instagram @bekasi.terkini, banyak warganet yang menyayangkan penutup mal tersebut. Beberapa juga flashback saat mal tersebut masih berjaya.
“GM pernah punya cerita manis di hati pengunjungnya pada masa itu,” tulis seorang netizen.
“Kenangan masa kecil, dulu selalu belanja bulanan sama alm bokap, terus pas kelar makan ayam di texas, wanginya masih ingat saat itu,” tulis netizen lain.
