Menteri PPN Ungkap Peran Penting Arsip sebagai Memori Kolektif Bangsa

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy dalam penyerahan penghargaan kearsipan nasional oleh Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) di Jakarta, Senin (20/10). Foto: GPriority/Dimas A Putra Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy dalam penyerahan penghargaan kearsipan nasional oleh Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) di Jakarta, Senin (20/10). Foto: GPriority/Dimas A Putra

Jakarta, GPriority.co.id – Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menegaskan pentingnya peran arsip sebagai memori kolektif bangsa yang harus dijaga, dihidupkan, dan memberi manfaat bagi masyarakat.

“Arsip ini akan menjadi bahan untuk membangun masa depan kita, membangun dan sekaligus mengembangkan memori kolektif bangsa serta tata kelola pemerintahan,” ujar Rachmat dalam penyerahan penghargaan kearsipan nasional oleh Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) di Jakarta, Senin (20/10).

Rachmat mengatakan, arsip bukan sekadar dokumen yang disimpan, melainkan bagian penting dari perjalanan sejarah bangsa. Ia mencontohkan bagaimana perusahaan dagang asing pada masa lalu mampu bertahan ratusan tahun karena memiliki arsip notulen rapat sejak tahun 1602 yang tersimpan dengan baik.

“Bayangkan, perusahaan itu bisa mengarsipkan hasil rapatnya sejak tahun 1602. Karena itulah mereka bisa menduduki kita hingga tahun 1945. Jadi, memori kolektif ini harus disimpan dan dijaga dengan baik,” tegasnya.

Ia juga menyoroti sejarah panjang ANRI yang telah berdiri sejak tahun 1892 dan ditetapkan kembali pada tahun 1971. Menurutnya, perjalanan panjang tersebut menunjukkan bahwa ANRI memiliki peran strategis dalam menjaga dan mengembangkan memori kolektif bangsa.

Lebih lanjut, Rachmat menekankan pentingnya transformasi kearsipan nasional, agar arsip tidak hanya menjadi tumpukan dokumen, tetapi juga “hidup dan menghidupi”. Ia menilai, digitalisasi arsip harus terus dilakukan agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

“Transformasi ke arsip digital harus kita lakukan agar arsip tidak hanya tersimpan, tetapi juga hidup, menghidupi, serta memberi manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Rachmat juga menyampaikan bahwa pemerintah berkomitmen mendukung pembangunan Pusat Kesenakan Arsip Nusantara yang akan dimulai pada tahun 2026 di Provinsi Riau, bekerja sama dengan ANRI. Pusat arsip tersebut nantinya akan diperluas ke beberapa wilayah lain di Indonesia.

“Pemerintah akan mendukung penuh langkah transformasi kearsipan melalui ANRI. Bappenas bersama ANRI akan membangun Pusat Kesenakan Arsip Nusantara di Riau pada tahun 2026, dan selanjutnya di beberapa daerah lainnya,” jelasnya.

Rachmat mengajak seluruh pihak untuk memandang pengelolaan arsip bukan sekadar pekerjaan administratif, melainkan tugas mulia untuk menjaga ingatan bangsa.

“Bangsa yang besar bukan hanya yang pandai menulis atau menciptakan sejarah, tetapi juga yang pandai menjaga sejarahnya,” pungkasnya.