BSSN Ingatkan Masyarakat Rutin Ganti Password Demi Keamanan Data

Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Letjen TNI (Purn) Nugroho Sulistyo Budi/Foto Fifi Abdurahman Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Letjen TNI (Purn) Nugroho Sulistyo Budi/Foto Fifi Abdurahman

Jakarta, GPriority.co.id – Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Letjen TNI (Purn) Nugroho Sulistyo Budi mengingatkan pentingnya mengganti kata sandi (password) secara berkala untuk menjaga keamanan data di ruang digital.

Menurutnya, pergantian password idealnya dilakukan setiap tiga hingga enam bulan sekali.

“Yes, tepat. Password harus diganti secara berkala dan password yang diatur sedemikian rupa,” kata Nugroho kepada wartawan pada acara National Cybersecurity Connect (NCC) 2025 di Jakarta, Rabu (29/10).

Ia menekankan agar masyarakat membuat password yang kuat dengan kombinasi angka, huruf besar-kecil, dan simbol, sehingga tidak mudah diretas.

“Kalau password cuma tiga, empat, hitungan detik dengan sistem mudah dibuka. Tapi kalau menggunakan angka, menggunakan huruf, huruf besar kecil, menggunakan simbol, delapan,” ujarnya.

Nugroho menambahkan, secara teknologi, password dengan kombinasi yang kuat dapat bertahan lama dari upaya peretasan.

“Secara teknologi, misalnya dengan enkripsi tertentu, itu butuh waktu berapa puluh tahun untuk bisa membukanya. Karena sistem perhitungannya, kalkulasi number theory itu butuh waktu cukup lama,” pungkas Nugroho.

Apa itu kata sandi atau password?

Mengutip The College of New Jersey (TCNJ), kata sandi atau password merupakan kunci pribadi seseorang untuk mengakses sistem komputer.

Password berfungsi memastikan bahwa hanya orang yang berwenang yang dapat mengakses sistem tersebut. Selain itu, password juga membantu menegakkan akuntabilitas atas setiap transaksi dan perubahan yang dilakukan pada sumber daya sistem, termasuk data.

Membagikan password kepada kolega atau teman dapat memberikan akses kepada pihak yang tidak berwenang dan membuat Anda bertanggung jawab atas tindakan mereka.

Bayangkan jika orang tersebut kemudian membocorkan kata sandi Anda kepada orang lain, bagaimana jika berkas penting terhapus, rusak, atau disalahgunakan?

Apakah Anda siap menanggung risiko dan bertanggung jawab jika akses Anda digunakan untuk melakukan tindakan yang merugikan atau tidak sah terhadap sistem dan data?