Indonesia Sumbang 15 Medali di ISG 2025, Angat Besi Raih 3 Emas

Lifter Indonesia Leonardo Adventino Geovani tampil dalam ajang Islamic Solidarity Games (ISG) Riyadh 2025 di Arab Saudi, Minggu (9/11). Foto: KOI/Mochammad Rifqi Priadiansyah Lifter Indonesia Leonardo Adventino Geovani tampil dalam ajang Islamic Solidarity Games (ISG) Riyadh 2025 di Arab Saudi, Minggu (9/11). Foto: KOI/Mochammad Rifqi Priadiansyah

Jakarta, GPriority.co.id – Kontingen Indonesia menutup ajang Islamic Solidarity Games (ISG) 2025 di Riyadh, Arab Saudi, dengan torehan 15 medali. Dari total tersebut, cabang olahraga angkat besi menjadi penyumbang utama dengan tiga medali emas.

Berdasarkan laporan Komite Olimpiade Indonesia (KOI) di Jakarta, tim Merah Putih berhasil mengumpulkan tiga emas, sepuluh perak, dan dua perunggu. Lifter muda Muhammad Husni tampil gemilang dengan merebut tiga emas sekaligus dari nomor 60 kg putra snatch, clean and jerk, dan total angkatan.

Cabang angkat besi juga menjadi lumbung medali perak. Basilia Bamerop Ninggan menyumbang tiga perak di nomor 53 kg putri (snatch, clean and jerk, total), disusul Tita Nurcahya Melyani yang juga meraih tiga perak di nomor 48 kg putri. Satu tambahan perak datang dari Leonardo Adventino Geovani di nomor 65 kg putra snatch.

Dari cabang renang, tim mixed 4×100 meter freestyle relay yang diperkuat Joe Aditya Wikaya Kurniawan, Jason Donovan Yusuf, Azzahra Permatahani, dan Nadia Aisha Nurazmi turut menyumbang medali perak. Azzahra kembali naik podium dengan perak dari nomor 200 meter individual medley, sementara Adelia meraih perak di nomor 100 meter breaststroke putri.

Dua medali perunggu datang dari cabang pencak silat dan renang. Ginting Baharudin Putra membawa pulang perunggu dari kelas D putra, sedangkan Nadia Aisha Nurazmi menambah satu lagi lewat nomor 50 meter gaya bebas putri.

Chef de Mission Kontingen Indonesia, Endri Erawan, menjelaskan bahwa Indonesia menurunkan 39 atlet untuk bertanding di tujuh cabang olahraga selama ISG yang berlangsung pada 7–21 November 2025.

“Meski tidak menurunkan kekuatan penuh karena sebagian atlet fokus persiapan SEA Games 2025 di Thailand, kami tetap menargetkan hasil terbaik,” ujar Endri.

Indonesia memiliki sejarah kuat di ajang ISG. Pada edisi 2013 di Palembang, Indonesia menjadi juara umum dengan 36 emas, 34 perak, dan 34 perunggu. Sementara pada ISG terakhir di Konya, Turki, tahun 2022, Indonesia menempati peringkat ketujuh dengan raihan 13 emas, 14 perak, dan 29 perunggu.