Survei Jakpat 2025: 41 Persen Gen Z Ingin Menikah Secara Sederhana dan Intimate

Survei Jakpat 2025: 41 Persen Gen Z Ingin Menikah Secara Sederhana Ketimbang Mewah/Foto : Ilustrasi Dok. Freepik Survei Jakpat 2025: 41 Persen Gen Z Ingin Menikah Secara Sederhana Ketimbang Mewah/Foto : Ilustrasi Dok. Freepik

Jakarta, GPriority.co.id – Survei terbaru dari Jakpat pada tahun 2025 bertajuk “Wedding Insights: How Indonesians Plan Their Big Day”, menunjukkan bahwa 41 persen Gen Z ingin menikah secara sederhana dan intimate.

Menariknya, dalam survei yang melibatkan 907 responden berstatus lajang tersebut juga menunjukkan bahwa hanya 5 persen Gen Z yang ingin menikah secara mewah. Saat ini, justru lebih banyak anak muda yang ingin menikah dengan mengeluarkan budget rendah.

Jika lebih dikerucutkan, sebanyak 41 persen Gen Z ingin mengeluarkan biaya sekitar Rp50-100 juta untuk pernikahan. Sementara 32 persen menginginkan budget di bawah Rp50 juta. Dari survei tersebut, mayoritas responden juga berkeinginan menyiapkan pernikahan secara mandiri, tanpa bantuan keuangan dari orang tua.

Dibandingkan dengan generasi sebelumnya, Gen Z dinilai lebih memahami pentingnya perencanaan keluarga. Lebih banyak Gen Z yang memilih untuk mengalokasikan dana ke hal-hal yang lebih penting seperti rumah, tabungan atau investasi jangka panjang, hingga bisnis.

Gen Z juga merupakan generasi yang tumbuh saat krisis ekonomi serta biaya hidup yang meningkat. Sehingga lebih banyak yang menjalani gaya hidup dengan efisien dan penuh pertimbangan, menurut survei tersebut.

Dari survei tersebut juga menyatakan bahwa jumlah tamu yang ideal bagi mayoritas Gen Z terbilang lebih sedikit dibandingkan generasi sebelumnya. Sebanyak 27 persen Gen Z memilih 51-100 tamu yang sebagian besar terdiri dari orang terdekat.

Di samping itu, mereka juga menghindari rangkaian acara pernikahan yang rumit hingga menyebabkan stres karena adanya desakan dari pihak keluarga. Kebanayakan Gen Z lebih memilih pernikahan intimate yang menghargai momen emosional ketimbang pamer kepada orang lain.

Sementara itu jika dibandingkan dengan tren pernikahan di Amerika Serikat, survei Jakpat tersebut sangat berbanding terbalik.

Sebuah survei yang dilakukan oleh LendingTree pada Maret 2025 lalu mengungkapkan jika 67 persen pengantin di Amerika Serikat sampai rela berutang demi mewujudkan pesta pernikahan impian.

Mereka berutang bukan hanya karena tekanan gengsi, namun juga memenuhi ekspektasi keluarga besar hingga standar pernikahan yang banyak beredar di media sosial. Sayangnya, banyak dari pasangan di Amerika Serikat yang berutang tanpa memiliki perencanaan anggaran yang realistis.

Jadi untuk Gen Z yang ingin menikah di tahun depan, lebih pilih menikah secara sederhana atau mewah namun harus berutang?