Jakarta, GPriority.co.id – Kepala BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) Suharyanto menyebut banjir yang terjadi di Pulau Sumatera saat ini telah membaik, meski framing di media sosial masih mencekam.
Sebagaimana dilansir dari laporan ANTARA pada Senin (1/12), sebelumnya Suharyanto menanggapi langkah pemerintah yang belum menetapkan banjir dan longsor di Sumatera sebagai bencana nasional. Ia menyebut, parameter bencana nasional meliputi kerusakan absolut, lumpuhnya pemerintah daerah, serta hilangnya kendali layanan publik.
Selain itu menurutnya banjir di Sumatera Utara, Sumatera Barat, serta Aceh, masih dapat ditangani pada tingkat provinsi serta dukungan penuh dari pemerintah pusat.
Suharyanto turut menyayangkan video dan laporan yang beredar di media sosial memberi kesan mencekam. Padahal, ia menyebut, kondisi di lapangan lebih terkendali saat tim BNPB tiba di lokasi, Bahkan sebagian besar wilayah juga mulai membaik.
“Memang kemarin kelihatannya mencekam karena berseliweran di media sosial. Tetapi begitu kami tiba langsung di lokasi, banyak daerah yang sudah tidak hujan. Yang paling serius memang Tapanuli Tengah. Tetapi wilayah lain relatif membaik,” jelasnya.
Sebagai informasi, Tapanuli Tengah saat ini menjadi daerah yang terdampak paling parah dengan korban meninggal serta hilang terbanyak. Selain itu, akses di beberapa wilayahnya juga masih terputus.
Saat ini pemerintah pusat melalui BNPB, TNI, serta Polri dan berbagai kementerian, masih mengerahkan bantuan besar-besaran. Pembukaan jalan dan distribusi logistik dilaporkan mulai lancar seiring dengan cuaca yang mulai membaik.
Update Korban Banjir Sumatera: 303 Meninggal Dunia, 143 Hilang
Sementara itu, pada laporan berbeda, BNPB melaporkan hingga Sabtu (29/11) malam, total korban meninggal dunia banjir Sumatera tercatat mencapai 303 orang. Suharyanto menyebut, Sumatera Utara masih menjadi wilayah dengan jumlah korban tertinggi, mencapai 166 orang. Sementara di Aceh tercatat 47 korban, dan di Sumatera Barat 90 terdapat 90 korban meninggal dunia.
Kini, 143 orang dari delapan kabupaten/kota di Sumatera Utara mulai dari Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Kota Sibolga, Humbang Hasundutan, Kota Padang Sidempuan, Pakpak Barat, serta Mandailing Natal, dilaporkan masih dalam status hilang.
Menurut Suharyanto, data tersebut masih dapat berkembang seiring dengan proses pencarian korban di lapangan. Ia menegaskan, proses evakuasi akan terus berjalan meski kondisi cuaca belum sepenuhnya stabil.
