Sydney, Gpriority co.id – Ahmad Al-Ahmed, seorang muslim imigran Suriah yang bekerja sebagai pengemudi taksi menjadi pahlawan dalam tragedi penembakan massal di Pantai Bondi pada minggu (14/12). Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese memuji tindakan Al-Ahmed.
Al-Ahmed tengah beristirahat di dekat pantai selepas mengantar penumpang. Ketika itu sekitar pukul 18.45 waktu setempat dua orang bersenjata menghamburkan pelurunya ke arah kerumunan acara Hanukkah.
Dengan insting cepat, Ahmad melihat seorang wanita dan dua anak kecil terjebak di balik mobil taksi-nya yang terparkir. Tanpa pikir panjang, ia lompat ke arah mereka, mendorong mereka ke bawah kursi belakang, dan menggunakan tubuhnya sebagai tameng. “Saya lihat peluru beterbangan, tapi yang terpikir hanyalah selamatkan nyawa orang,” ceritanya kemudian kepada wartawan ABC News. Ia juga berteriak peringatkan orang-orang di sekitar untuk berlindung, sambil telepon polisi untuk laporkan posisi penyerang.
Dalam video viral di media sosial, sosok Al-Ahmed yang menggunakan kaos putih sempat berjibaku dengan pelaku penembakan dan merebut senjatanya. Namun satu pelaku lain melindungi temannya dan menembaknya. Al-Ahmed pun tertembak di bahu.
Beruntung, Polisi tiba tepat waktu. Tindakannya pun selamatkan nyawa setidaknya tiga orang itu, termasuk seorang ibu yang terluka ringan. Perdana Menteri Anthony Albanese puji keberaniannya sebagai “contoh nyata kepahlawanan sehari-hari,” dan ia dapat medali dari pemerintah NSW. Kisah Ahmad Al-Ahmed, yang selamat dari perang sipil Suriah, jadi simbol harapan di tengah duka nasional, ingatkan bahwa kebaikan bisa muncul di saat terburuk.
Tercatat setidaknya 12 orang tewas dan melukai 29 lainnya, termasuk dua polisi. Satu pelaku tewas ditembak polisi dalam baku tembak. Adapun pelaku kedua ditangkap dan dirawat dalam kondisi kritis, sementara dua tersangka terkait juga ditahan.
Foto : Istimewa
