Jakarta, GPriority.co.id – Produsen sportswear raksasa asal Jerman, Adidas menghadapi kecaman keras dan seruan boikot global setelah menampilkan seorang tentara Israel, Shalev Biton, dalam kampanye pemasaran “Single Shoe Service” yang mempromosikan layanan pembelian satu sepatu dengan harga 50 persen bagi penyandang amputasi.
Kampanye tersebut diluncurkan di toko-toko Adidas di Israel dan menampilkan Biton, seorang veteran IDF yang kehilangan kaki kirinya akibat rudal anti-tank pada 2021 selama operasi militer Israel di Gaza. Program “Single Shoe Service” sebenarnya telah beroperasi sejak Januari di lebih dari 20 negara Eropa sebelum diperluas ke Israel, dan memungkinkan pelanggan yang hanya membutuhkan satu sepatu—termasuk penyandang disabilitas—membeli satu sepatu dengan harga setengah dari harga sepasang.
Para pembela hak asasi manusia dan organisasi pro-Palestina mengkritik Adidas karena menggunakan sosok tentara yang terlibat dalam operasi militer di Gaza untuk memproyeksikan citra “inklusi” dan “tanggung jawab sosial” perusahaan. Aktor Spanyol Javier Bardem turut menyerukan boikot terhadap Adidas dengan membagikan unggahan di Instagram Story yang mendesak pengikutnya berhenti mendukung merek olahraga tersebut.
Tagar #BoycottAdidas menyebar di media sosial, dengan berbagai unggahan kritik yang meraih ratusan ribu hingga jutaan tayangan. Sejumlah warganet membanjiri kolom komentar unggahan media internasional seperti Al Jazeera English dan TRT World dengan ajakan boikot.
Kontroversi ini muncul di tengah tingginya angka amputasi di Gaza. Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan lebih dari 6.000 kasus amputasi tercatat sejak awal perang, dengan sekitar seperempat kasus melibatkan anak-anak. PBB menyebut konflik di Gaza sebagai sumber terbesar anak penyandang amputasi dalam sejarah modern. Data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan 18 persen dari total amputasi di Gaza adalah anak-anak, dengan 76 persen kasus melibatkan anggota tubuh bagian bawah.
Hingga Jumat malam, Adidas belum mengeluarkan pernyataan resmi menanggapi seruan boikot tersebut.
Sebelumnya, pada 2024, Adidas dilaporkan kehilangan lebih dari satu miliar dolar AS setelah memutuskan kontrak dengan model Bella Hadid terkait sikap pro-Palestina yang ia tunjukkan.
Foto : Istimewa
