Sebanyak 1.392 Personel Amankan Aksi Penolakan UMP DKI di Monas

KSPI dan Partai Buruh demo tolak UMP DKI di Monas/Foto Fifi Abdurahman KSPI dan Partai Buruh demo tolak UMP DKI di Monas/Foto Fifi Abdurahman

Jakarta, GPriority.co.id – Sebanyak 1.392 personel gabungan dari Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, dan Polsek jajaran dikerahkan untuk mengamankan aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) dan Partai Buruh terkait penolakan Upah Minum Provinsi (UMP) DKI Jakarta dan serta Upah Minimum Sektoral Kabupaten/Kota (UMSK) di Jawa Barat.

Aksi penyampaian pendapat tersebut berlangsung pada Senin (29/12) di Monas, Jakarta Pusat.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro mengatakan, pengerahan personel tersebut dilakukan sebagai bentuk pelayanan Polri kepada masyarakat dalam menyampaikan aspirasi secara aman dan tertib.

“Kami menurunkan 1.392 personel gabungan untuk melayani kegiatan penyampaian pendapat di muka umum agar berjalan aman, tertib, dan kondusif. Seluruh personel tidak dibekali senjata api dan mengedepankan pendekatan humanis serta profesional,” ujar Susatyo kepada wartawan, Senin (29/12).

Menurutnya, kehadiran aparat kepolisian di lapangan bertujuan untuk menjamin hak demokrasi masyarakat, sekaligus menjaga ketertiban dan keamanan bersama.

“Kami menghormati hak saudara-saudara kita dalam menyampaikan pendapat. Namun kami juga mengimbau agar aksi dilakukan secara damai, tidak anarkis, tidak membakar ban bekas, tidak merusak fasilitas umum, serta tidak melawan petugas,” tegasnya.

Lebih lanjut, Susatyo meminta para orator  aksi untuk menyampaikan aspirasi secara tertib dan tidak memprovokasi massa lainnya. Menurutnya, penyampaian pendapat yang santun akan menciptakan suasana yang kondusif bagi semua pihak.

“Kami mengajak seluruh peserta aksi dan masyarakat untuk bersama-sama menjaga ketertiban. Sampaikan aspirasi dengan damai, karena keamanan dan kenyamanan adalah tanggung jawab kita bersama,” pungkasnya.