Jakarta, GPriority.co.id – Free Palestine Network menggelar aksi solidaritas untuk Venezuela bertajuk, “Dunia Harus Hentikan Arogansi Amerika Serikat (AS)” pada Selasa (6/1) di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat (Kedubes AS), Jakarta Pusat.
Terpantau oleh tim GPriority di lokasi, aksi solidaritas tersebut berlangsung sejak pukul 16.00 WIB. Salah satu orator menyebut Amerika sebagai dalang dari semua dalang, dan menjadi negara teroris nomor 1 di dunia.

“Dengan melakukan agresi dan pengeboman serta menculik Presiden Venezuela bersama istrinya, dan itu semakin menunjukkan kebenaran bahwa Amerika adalah dalang dari semua dalang. Amerika Serikat adalahh negara teroris nomor 1 di dunia,” ungkap salah satu orator dalam aksi tersebut.
Menurutnya, Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat dengan arogansinya merasa memiliki alasan dan dasar yang kuat untuk menangkap dan menculik Nicolas Maduro bersama istrinya, Cilia Flores.
Free Palestine Network juga menilai apa yang telah dilakukan Maduro tidak sebanding dengan penghilangan ratusan bahkan jutaan nyawa yang telah dilakukan oleh Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. Namun Trump tidak bereaksi untuk melakukan hal serupa kepadanya.
“Mungkin Maduro bukanlah pimpinan yang baik. Mungkin saja Maduro dikelilingi atau bahkan melindungi para mafia narkotika. Tapi itu bukanlah kejahatan yang lebih besar dibandingkan yang dilakukan oleh Netanyahu yang terbukti membunuh ratusan ribu bahkan jutaan rakyat Palestina,” serunya.
Lebih lanjut, orator tersebut juga menilai aksi penangkapan dan penculikan yang dilakukan Pemerintah AS kepada Maduro dan istrinya dilakukan untuk mengatasi krisis dalam negerinya yang semakin parah, dimana angka kemiskinan dan pengangguran terus meningkat.
“Amerika ingin memindahkan krisisnya ke negara-negara lain dengan mencuri, merampas, sumber daya alam negara-negara kaya,” ujar orator tersebut.
Sementara orator lainnya menyebut aksi solidaritas tersebut dilakukan untuk menjaga martabat bangsa-bangsa yang telah di injak-injak oleh imperialisme Amerika Serikat.
“Lebih dari 80 orang lebih telah mati sia-sia karena Amerika Serikat. 80 orang lebih karena imperialisme Amerika Serikat. Dan 32 orang pengaman Presiden telah ditembak mati oleh pasukan Donald Trump ketika penculikan Maduro,” tegasnya.
Dalam aksi tersebut, mereka menyerukan, “US Imperialist, Number One Terrorist, US Imperialist Hands Off Venezuela”. Selain itu, beberapa peserta aksi juga terlihat melucuti bendera Amerika Serikat dan membakarnya.

