Apakah Tidur Seharian Bisa Batalkan Puasa? Ini Kata Ustad

Ilustrasi umat muslim sedang tidur saat menjalankan puasa/Foto iStock

Jakarta, GPriority.co.id – Tidur seharian saat menjalankan puasa merupakan hal yang kerap dilakukan oleh umat Muslim. 

Pasalnya, selama berpuasa tubuh tidak mendapat asupan makanan dan minuman selama kurang lebih 12 jam, sehingga rasa lemas dan malas beraktivitas sering kali muncul. Tak sedikit yang memilih tidur sepanjang hari agar puasa terasa lebih ringan.

Lantas, apakah tidur seharian bisa membatalkan puasa?

Pendakwah Buya Yahya menjelaskan bahwa yang membatalkan puasa adalah hilangnya akal. Ia menyebutkan, ada tiga kondisi hilang akal, yakni gila, pingsan (termasuk koma), dan tidur.

“Yang membatalkan puasa adalah hilang akal. Hilang akal ada tiga, yang pertama gila, maka orang kalau gila batal puasanya biarpun sebentar,” ujar Buya Yahya, dikutip dari YouTube Al-Bahjah TV, Minggu (22/2).

Kondisi kedua adalah pingsan atau koma. Menurutnya, apabila seseorang pingsan sejak setelah sahur dan baru sadar setelah waktu Isya, maka puasanya batal. Namun, jika sempat sadar meski hanya sebentar di siang hari, puasanya tetap sah.

“Kalau pingsan itu sempat sadar biarpun sebentar disiang harinya, maka puasanya dianggap sah,” jelasnya.

Sementara itu, kondisi ketiga adalah tidur. Buya Yahya menegaskan bahwa tidur tidak membatalkan puasa, meskipun dilakukan seharian penuh.

“Hilang akal yang ketiga adalah tidur. Hukum tidur, abis sahur tidur, kemudian bangun saat isya, puasanya adalah sah. Maka ini hilang akal yang tidak membatalkan puasa,” pungkas Buya Yahya.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa persoalan puasa berbeda dengan kewajiban shalat. Jika seseorang tidur hingga melewatkan waktu shalat, maka ia tetap berdosa karena meninggalkan kewajiban tersebut.