Asal Usul Glodok: Kawasan Pecinan Terbesar sampai Pusat Elektronik Jakarta

Jakarta, GPriority.co.id – Tak banyak orang tau seperti apa sejarah Glodok. Hingga kawasan ini disebut sebagai Pecinan bersejarah di Jakarta yang menampung sisa-sisa pemukiman Tionghoa masa lalu.

Banyak yang menganggap Glodok sebagai Pecinan terbesar di Indonesia. Bahkan salah satu terbesar di dunia. Kawasan ini, telah ada sejak zaman colonial Ketika tahun 1740, Perusahaan Hindia Belanda menetapkan Glodok sebagai kawasan permukiman bagi etnis Tionghoa.

Berikut sejarah Peninan Glodok.

Sejarah Nama Glodok

Dikutip beberapa sumber, Glodok semula Bernama Pancoran. Kawasan pecinan baru terletak tidak jauh dari sebuah penampungan air dengan pancuran dari Kali Ciliwung. Pancuran ini dibuat sekitar 1670-an.

Untuk itu, Pecinan ini berada dekat dengan pancuran air tersebut, Kawasan ini dikenal dengan nama Pancoran.

Adapun nama Glodok awalnya terbentuk karena pancuran tersebut yang sering berbunyi ‘gluduk-gluduk’, hingga masyarakat menyebutnya Glodok.

Banyak Bangunan Bersejarah

Pecinan Glodok juga merupakan rumah bagi bangunan bersejarah, kuil kuno, dan arsitektur tradisional Tiongkok. Salah satunya adalah Vihara Dharma Bhakti, juga dikenal sebagai Kuil Jin De Yuan, dianggap sebagai salah satu kuil tertua dan paling menonjol di daerah tersebut.

Belok kanan di Jalan Kemenangan III kamu akan melihat bangunan religi lainnya, Gereja Santa Maria de Fatima. Jalan ini juga merupakan rumah bagi kuil Buddha menakjubkan lainnya, Toasebio.

Adapun ini sangat semarak selama festival Tionghoa seperti Tahun Baru Imlek dan Festival Pertengahan Musim Gugur, dengan tarian naga, pertunjukan lampion, dan perayaan lainnya yang berlangsung di bawah dekorasi warna-warni yang semarak.

Jadi Pusat Elektronik di Jakarta

Seiring perkembangan zaman, Pecinan Glodok menjelma jadi pusat elektronik di Jakarta. Hingga saat ini, pusat elekronik itu masih beroperasi.

Tak hanya itu, Glodok juga dikenal sebagai tempat wisata untuk berburu kuliner makanan Tionghoa-Indonesia.

Adapun Glodok telah ditetapkan sebagai Desa Wisata oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif pada tahun 2022.

Foto: GPriority/Dimas A Putra