Benarkah Sekolah Akan Libur Sebulan Penuh Pada Ramadhan 2025?

Benarkah Sekolah Akan Libur Sebulan Penuh Pada Ramadhan 2025? Benarkah Sekolah Akan Libur Sebulan Penuh Pada Ramadhan 2025?

Jakarta, GPriority.co.id – Pemerintah dikabarkan sedang mengkaji kebijakan terkait libur sebulan penuh pada Ramadhan 2025 mendatang.

Hal ini diungkap oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar yang mengatakan jika pemerintah sedang mengkaji kemungkinan penerapan libur sekolah sepanjang bulan Ramadan untuk sekolah umum dan swasta.

Sebelumnya kebijakan serupa sudah berjalan di Pondok Pesantren. Langkah ini bertujuan agar para siswa dapat menjalankan ibadah puasa dengan lebih berkualitas.

Meski demikian, Nasaruddin menegaskan bahwa baik libur maupun tidak, yang terpenting adalah kualitas ibadah siswa selama bulan suci tersebut.

Menurutnya, jika kebijakan ini diterapkan, siswa dapat memanfaatkan waktu untuk fokus beribadah, seperti menghafal Al-Qur’an, mengamalkan kegiatan sosial, atau bahkan melaksanakan ibadah umroh bersama keluarga.

Dia juga menekankan bahwa Ramadan adalah waktu istimewa bagi umat Islam untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui pengamalan nilai-nilai agama secara langsung, bukan hanya pembelajaran teori di sekolah.

Anggota DPR Khawatir Anak-Anak Makin Kecanduan Gadget

Menanggapi wacana libur satu bulan penuh selama Ramadhan 2025, Anggota Komisi X Fraksi PKB DPR RI Syarief Muhammad Alaydus, merasa khawatir jika anak-anak makin kecanduan gadget.

“Gawai ini menjadi candu bagi anak-anak. Banyak anak-anak yang tidak bisa lepas dari adiksi terhadap penggunaan gawai in. Ramadhan seharusnya bisa digunakan untuk menjauhkan anak-anak dari pengaruh gadget,” menurutnya.

Kendati demikian, ia sebenarnya mendukung rencana libur selama Ramadhan 2025 agar siswa dapat lebih banyak belajar agama.

“Tujuan libur selama Ramadhan sangat baik. Para siswa kita bisa fokus ibadah dan belajar agama. Kami mendukung rencana itu,” ungkapnya pada Jumat (3/1).

Namun Syarief pun menanyakan soal kegiatan pembelajaran ke depannya jika memang kebijakan ini benar-benar dilaksanakan.

“Apakah semua kegiatan sekolah diliburkan, sehingga tidak ada kegiatan sama sekali selama Ramadhan? Atau meliburkan pembelajaran formal dan diganti dengan pembelajaran keagamaan?,” tambahnya.

Lebih lanjut menurutnya jika nanti anak-anak diliburkan, maka orang tua berperan sangat penting selama sebulan penuh.

Jangan sampai anak-anak lebih sering main keluar pada saat bulan Ramadhan karena merasa bebas libur sekolah.

Foto : Ilustrasi/Getty Images