Bunda Harus Tahu Arti Tangisan Bayi, Cek Ya Bun

Jakarta, Gpriority.co.id – Menangis adalah cara bayi berkomunikasi untuk menyampaikan kebutuhannya.

Bayi baru lahir biasanya menangis selama 2-3 jam sehari. Untuk itu, orang tua yang baru memiliki anak perlu mengetahui jenis-jenis tangisan bayi sehingga mampu menenangkannya dengan tepat.

Di bawah ini adalah sederet arti tangisan bayi menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia dan cara yang bisa Anda lakukan untuk menghadapinya:

1. Tangisan karena Lapar
Lapar adalah salah satu alasan umum bayi menangis, terutama pada bayi baru lahir. Apabila terdengar pendek-pendek, bernada rendah, dan naik-turun, kemungkinan ini adalah arti tangisan tanda bayi lapar.

Anda bisa memberikan ASI pada bayi untuk melihat apakah ia benar-benar lapar atau tidak. Walaupun bayi tidak lapar, mungkin ia hanya ingin mengisap sesuatu untuk membuatnya merasa nyaman.

2. Tangisan karena masalah dengan perut
Orang tua juga perlu mengenali arti tangisan bayi yang menangis tanpa henti. Kemungkinan, ini terjadi karena adanya tumpukan gas dalam perut maupun kolik. Bayi yang mengalami kolik bisa menangis setidaknya tiga jam per hari selama tiga minggu berturut-turut.

Biasanya, bayi yang memiliki masalah kesehatan tersebut akan tetap menangis meski sudah menyusu. Anda dapat mencoba mengusap punggungnya dan menggerakkan kedua kakinya seperti sedang mengayuh sepeda secara perlahan-lahan.

3. Tangisan karena kelelahan
Arti tangisan bayi yang satu ini mungkin akan sedikit membingungkan. Karena tak seperti orang dewasa, bayi yang kelelahan justru tidak mudah tertidur. Justru sebaliknya, mereka akan rewel dan menangis di malam hari.

Tak hanya itu saja, mungkin saat merasa kelelahan pun Anda bisa melihat bayi menangis dengan mata tertutup. Namun, jika bayi terbangun sambil menangis dengan mata tertutup, ia mungkin mengalami sleep terror.

4. Tangisan karena ingin sendawa
Saat menyusu lewat payudara ibu atau botol, ia juga bisa menelan udara. Udara yang tak dikeluarkan dengan cara sendawa bisa membuat bayi tak nyaman. Jadi, apabila bayi Anda menangis setelah disusui, mungkin artinya ia perlu disendawakan.

Meski begitu, bersendawa sebenarnya tidak harus dilakukan setiap saat. Pasalnya, ada sebagian bayi perlu rutin bersendawa, sementara sebagian bayi lainnya tidak.

5. Tangisan karena tumbuh gigi
Umumnya, gigi pertama bayi muncul saat usianya menginjak 4-7 bulan. Proses tumbuh gigi ini bisa membuat gusi bayi terasa sakit.

Jika bayi sering menangis di usia-usia tersebut, Anda bisa menyelipkan satu jari ke permukaan gusinya. Dengan ini, Anda bisa meraba ada tidaknya tonjolan yang menjadi tanda tumbuh gigi.

6. Tangisan karena kesakitan
Salah satu arti tangisan bayi lainnya adalah karena ia sedang kesakitan. Kulit bayi lebih sensitif, sehingga ia bisa menangis karena hal-hal yang mungkin sepele bagi orang dewasa.

Misalnya, ada seutas rambut yang tersangkut di jarinya, tidak suka dengan aksesoris, atau merasa tidak nyaman dengan label pakaian yang mengenai kulitnya.

Pada awalnya, mungkin tampak sulit untuk mengartikan tangisan bayi Anda. Terutama pada bayi baru lahir. Namun, jika Anda dapat meluangkan waktu untuk lebih memperhatikan dan mendengarkan tangisan bayi, naluri orang tua untuk mengenali kebutuhan khusus si kecil lebih terasah. Semoga membantu. (srw)