Jakarta, GPriority.co.id – Danantara dilaporkan menyalurkan dana sebesar Rp6,65 triliun, demi mengoptimalkan bisnis maskapai penerbangan Garuda Indonesia.
Menurut sebuah laporan, Danantara Indonesia, melalui anak perusahaannya Danantara Asset Management, telah memberikan pinjaman pemegang saham sebesar Rp6,65 triliun (sekitar $405 juta) kepada Garuda Indonesia.
Langkah ini adalah bagian dari tahap pertama rencana transformasi yang lebih besar, yang dapat mencapai total pendanaan hingga $1 miliar (sekitar $16,4 triliun).
Dana tersebut nantinya akan digunakan untuk perawatan, perbaikan, dan perombakan (MRO) Garuda dan anak perusahaannya yang berbiaya rendah, Citilink.
COO Danantara Dony Oskaria mengatakan langkah ini bukan hanya bantuan keuangan tetapi upaya profesional dan terstruktur yang mengikuti tata kelola dan tanggung jawab yang tepat.
Sementara, CEO Garuda Wamildan Tsani mengatakan keberhasilan pemulihan Garuda tidak hanya bergantung pada pendanaan, tetapi juga pada komitmen internal yang kuat yang didukung oleh dukungan dari berbagai pemangku kepentingan untuk merombak strategi operasional dan bisnisnya.
Sebelumnya, di tengah tantangan industri penerbangan global, Garuda Indonesia Group berupaya mendorong optimalisasi kapasitas produksinya.
Seperti kita tahu, kini dinamika rantai pasok suku cadang pesawat melanda hampir sebagian besar pelaku industri transportasi udara dunia.
Sejalan dengan langkah optimalisasi armada tersebut, sejak akhir 2024 Garuda Indonesia telah mendatangkan empat armada narrow body yakni Boeing 737-800NG (PK-GUF dan PK-GUG), sementara itu dua lainnya (PK-GUH dan PK-GUI) mulai beroperasi pada kuartal II 2025.
Garuda Indonesia pun secara optimis yakin dapat bertransformasi menjadi maskapai yang agile dan berdaya saing, dengan menghadirkan layanan udara yang aman dan andal bagi masyarakat.
Foto : Dok. Garuda Indonesia
