Jakarta, GPriority.co.id – Presiden Prabowo Subianto mengatakan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dan teknologi tinggi menjadi kunci bagi Indonesia dalam mempercepat pengentasan kemiskinan serta memperkuat ketahanan pangan.Â
Hal itu disampaikan Prabowo dalam APEC Economic Leaders’ Meeting (AELM) sesi ke-2 di Hwabaek International Convention Centre (HICO), Gyeongju, Republik Korea, Sabtu (1/11).
“Seperti yang kita ketahui, kita sedang memasuki era baru yang ditandai oleh kemajuan teknologi tinggi, khususnya kecerdasan buatan (AI). Kita juga memahami bahwa kita harus menghadapi tantangan yang dibawa oleh perubahan demografi,” ujar Prabowo dalam keterangannya.
Prabowo menegaskan, bahwa pemerintah berkomitmen untuk menuntaskan kemiskinan dan kelaparan dengan langkah cepat dan terukur.
Menurut dia, kedua hal tersebut dapat dijadikan sebagai tugas paling mendesak dalam pembangunan nasional.
“Inilah sebabnya mengapa tugas paling mendesak bagi Indonesia dan hal yang terus kami sampaikan kepada para mitra ekonomi kami adalah untuk mengatasi kemiskinan dan kelaparan sesegera mungkin,” tuturnya.
Dia menambahkan, saat ini pihaknya sedang memusatkan seluruh upaya untuk mengatasi persoalan kemiskinan dan kelaparan di Tanah Air.
“Kami sedang memusatkan seluruh upaya untuk hal ini. Karena itu, kami percaya bahwa kami dapat memperoleh manfaat besar dari penggunaan kecerdasan buatan,” imbuh Prabowo.
Lebih lanjut, Prabowo mengatakan, kini Indonesia mulai memetik hasil nyata dari penerapan kecerdasan buatan di sektor pertanian.
Teknologi modern, kata dia, memungkinkan peningkatan produktivitas pangan nasional hingga mencapai swasembada beras dan jagung.
“Target awal kami adalah mencapai swasembada dalam empat tahun, tetapi dengan penggunaan teknologi tinggi, pertanian presisi, dan kecerdasan buatan kami telah berhasil meningkatkan produksi hingga mencapai tingkat tertinggi dalam sejarah Indonesia semenjak kemerdekaannya,” pungkas Prabowo.
