Disebut Picu Banjir Sumatra, Luhut Bantah Terlibat dengan Toba Pulp Lestari

Disebut Picu Banjir Sumatra, Luhut Bantah Terlibat dengan Toba Pulp Lestari/Foto : Dok. Instagram @luhut.pandjaitan Disebut Picu Banjir Sumatra, Luhut Bantah Terlibat dengan Toba Pulp Lestari/Foto : Dok. Instagram @luhut.pandjaitan

Jakarta, GPriority.co.id – Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan, membantah tuduhan terlibat dengan Toba Pulp Lestari, perusahaan produksi kertas yang disebut jadi pemicu bencana banjir bandang di Sumatra belakangan ini.

Disampaikan oleh juru bicaranya, Jodi Mahardi, Luhut disebut bukan hanya tidak terlibat, namun juga tidak terafiliasi serta tidak memiliki saham pada PT Toba Pulp Lestari (TPL).

“Pak Luhut tidak memiliki, tidak terafiliasi, dan tidak terlibat dalam bentuk apa pun baik secara langsung maupun tidak langsung dengan Toba Pulp Lestari,” ujarnya dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden (Setpres).

Dalam kesempatan tersebut, Jodi juga menegaskan jika seluruh klaim yang mengaitkan Luhut dengan perusahaan tersebut tidak memiliki dasar yang jelas dan merupakan informasi yang keliru.

“Setiap klaim yang beredar terkait kepemilikan atau keterlibatan beliau merupakan informasi yang keliru dan tidak berdasar,” tegas Jodi.

Jodi turut mengimbau publik untuk berhati-hati dalam menyebarkan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya. Ia turut menekankan, Luhut selalu mematuhi aturan terkait etika pemerintahan serta konflik kepentingan.

Perlu diketahui, isu keterkaitan Luhut dengan Toba Pulp Lestari sempat mencuat sebelumnya di tengah bencana banjir bandang dan longsor yang terjadi di pulau Sumatra. Beberapa pihak menuduh bencana tersebut dipicu oleh aktivitas dari perusahaan Toba Pulp Lestari.

Di sisi lain, Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, menegaskan siap merekomendasikan penutupan operasional dari perusahaan yang terlah berdiri sejak tahun 1983 tersebut.

Kendati demikian, hingga awal Desember kemarin manajamen Toba Pulp Lestari menyatakan belum menerima salinan rekomendasi resmi dan menyebut prosesnya saat ini masih dalam tahap penyusunan. Mereka juga tengah menunggu evaluasi operasional dari pemerintah daerah.

Pihak perusahaan tersebut secara tegas juga membantah berbagai tudingan yang menyebut aktivitasnya menjadi penyebab dari bencana banjir bandang dan tanah longsor. Mereka menekankan, seluruh kegiatan operasional selama ini sudah dilakukan sesuai dengan prinsip Pengelolaan Hutan Lestari.