Dishub Bakal Hapus Rute TransJakarta yang Berkaitan dengan Jalur MRT

Dishub Bakal Hapus Rute TransJakarta yang Berkaitan dengan Jalur MRT Dishub Bakal Hapus Rute TransJakarta yang Berkaitan dengan Jalur MRT

Jakarta, GPriority.co.id – Dinas Perhubungan (Dishub) dilaporkan akan menghapus rute TransJakarta yang berkaitan dengan jalur MRT.

Hal ini diungkap langsung oleh Kepala Dishub Provinsi Jakarta, Syafrin Liputo.

Adapun, rute TransJakarta yang akan dihapus diantaranya koridor 1 rute Blok M-Kota, dihapus setelah MRT rute Lebak Bulus-Stasiun Kota selesai.

Selanjutnya, koridor 2 rute Pulogadung-Harmoni, dihapus setelah seluruh jaringan MRT terbangun.

Lalu, mengapa rute tersebut dihapus Dishub?

Syafrin mengatakan, penghapusan rute tersebut dilakukan agar tak terjadi tumpang tindih antara mode transportasi TransJakarta dan MRT.

“TransJakarta akan dialihkan untuk mengisi kekosongan layanan lainnya. Demikian pula halnya dengan layanan yang nantinya akan berhimpitan dengan angkutan rel,” jelas Syafrin.

Menuai Kritik Keras

Sayangnya, wacana ini menuai kritik keras dari pengamat transportasi, Darmaningtyas.

Dirinya menilai TransJakarta tak bisa menggantikan MRT. Hal ini karena tarif dan karakteristik sosial ekonomi pengguna kedua moda transportasi tersebut jauh berbeda.

Misalnya saja seperti tarif Rp14 ribu untuk rute Lebak Bulus-Bundaran HI untuk kelas menengah-atas.

Sedangkan tarif Rp3.500 untuk pengguna TransJakarta kelas menengah-bawah.

Jika rencana penghapusan rute TransJakarta ini benar-benar dijalankan, Darmaningtyas menilai hal tersebut akan memberatkan kelas menengah-bawah.

Hal ini juga berpotensi membuat para pengguna rute TransJakarta beralih ke transportasi pribadi.

Disisi lain, banyak juga netizen yang menilai bahwa transportasi umum memang seharusnya dibuat terintegrasi, untuk memudahkan mobilitas penggunanya.

Sebelumnya Kementerian Perhubungan pada 2020 menemukan bahwa belum terintegrasinya transportasi umum menjadi alasan tingginya pengguna kendaraan pribadi.

Peneliti Pusat Riset Kesejahteraan Sosial, Desa, dan Konektivitas BRIN, Badrun Susantyo, pernah menyatakan sistem transportasi umum yang terintegrasi menjadi kebutuhan mendesak.

Integrasi akan memberi kemudahan dan kenyamanan bagi pengguna angkutan umum untuk mengakses moda lanjutan.

Hal tersebut karena memangkas waktu tempuh dan beban tarif dalam bertransportasi.

Foto : Istimewa