Fakta Unik Bulan Ramadhan, Mengapa Berbeda dari Bulan Lain?

Jakarta, GPriority.co.id – Menjelang bulan suci Ramadhan, banyak orang yang penasaran dengan tradisi dan adat istiadat di waktu penting tahun ini. Ternyata bulan Ramadhan memiliki keunikan yang berbeda dari bulan-bulan lainnya di setiap tahun, lho!

Meskipun kebanyakan orang sudah familiar dengan dasar-dasar puasa, shalat, dan bersedekah, ada banyak aspek unik dan menarik dari Ramadhan yang belum banyak diketahui orang.

Misalnya saja, tahukah anda bahwa kata “Ramadhan” berasal dari kata Arab yang berarti “panas terik” ?

Hal ini mencerminkan fakta bahwa Ramadhan jatuh pada bulan terpanas dalam setahun di banyak belahan dunia. Sehingga menjadikan puasa dan praktik keagamaan lainnya menjadi sangat menantang.

Fakta lainnya, bulan Ramadhan adalah identik pada refleksi spiritual dan pengembangan diri. Sehingga banyak yang beranggapan bahwa bulan Ramadhan merupakan bulan dimana banyak orang berlomba-lomba menjadi lebih banyak melakukan ibadah. Termasuk juga ibadah lain seperti penargetan membaca Al-Qur’an, melakukan lebih banyak sedekah, dan lain-lain.

Memang, selama Bulan Ramadhan, umat Islam didorong untuk memperbanyak doa dan membaca Alquran, serta berbuat kebaikan dan beramal.

Banyak orang juga memanfaatkan Ramadhan sebagai kesempatan untuk menghentikan kebiasaan buruk dan mengembangkan kebiasaan positif, seperti kewaspadaan, kesabaran, dan rasa syukur.

Bulan Ramadhan juga khas dengan kekeluargaan yang lebih kental. Karena di bulan Ramadhan ini biasanya umat Islam lebih banyak meluangkan waktu untuk makan bersama di waktu sahur dan berbuka, dengan keluarganya.

Banyak kota besar dan kecil di Indonesia, yang juga menyelenggarakan acara dan perayaan khusus, seperti lokakarya pembuatan lentera serta pertunjukan musik dan tari tradisional, atau tradisi-tradisi lainnya.

Beberapa tradisi unik yang dilakukan di daerah-daerah Indonesia, antara lain :

1. Tradisi Meugang – Aceh = Memasak dan menikmati hidangan daging bersama seluruh keluarga untuk menyambut bulan suci.

2. Tradisi Nyorog – Jakarta = Bertukar hadiah berupa daging, piring, makanan, atau berbagai barang.

3. Padusan – Jawa Tengah & Jogjakarta = Mandi dengan membenamkan seluruh tubuh dari ujung kepala hingga ujung kaki. menggunakan sumber mata air yang dipercaya memberikan berkah.

4. Dandangan – Kudus = Menabuh bedug sebanyak dua kali, pertama untuk mengumpulkan massa, dan kedua untuk mengiringi pengumuman bulan Ramadhan. Dilakukan setelah waktu isya.

5. Bagarakan Sahur – Kalimantan Selatan = Kelompok pemuda membangunkan masyarakat untuk sahur sepanjang bulan Ramadhan.

6. Dugderan – Semarang = Peniupan meriam, pertunjukan kembang api, pertunjukan tari japing, parade dan pemukulan gendang tradisional serta pengumuman resmi dimulainya bulan suci Ramadhan.

7. Festival Ela-Ela – Ternate = Membakar obor dan damar pada malam-malam tertentu di bulan Ramadhan.

Foto : Khaleej Times