Gen Z Diprediksi Jadi Generasi Terkaya pada 2035

Laporan Bank of America (BofA) menyebut Gen Z berpotensi menjadi generasi dengan pendapatan terbesar pada 2035/Foto : Ilustrasi Dok. Freepik Laporan Bank of America (BofA) menyebut Gen Z berpotensi menjadi generasi dengan pendapatan terbesar pada 2035/Foto : Ilustrasi Dok. Freepik

Jakarta, GPriority.co.id – Generasi Z atau Gen Z diproyeksikan menjadi salah satu kekuatan ekonomi terbesar dunia dalam satu dekade mendatang.

Laporan Bank of America (BofA) menyebut generasi yang lahir antara 1997 hingga 2012 tersebut berpotensi menjadi generasi dengan pendapatan terbesar pada 2035, didorong peningkatan penghasilan serta perpindahan kekayaan dari generasi sebelumnya.

Dalam laporan bertajuk The Gen Z 2025: Global Insights, Bank of America memperkirakan pendapatan Gen Z secara global dapat mencapai sekitar US$36 triliun pada 2030 dan meningkat menjadi US$74 triliun pada 2040. Angka tersebut menggambarkan potensi pendapatan generasi tersebut seiring semakin banyak anggota Gen Z memasuki usia produktif dan posisi pekerjaan dengan penghasilan lebih tinggi.

BofA juga mengaitkan prospek ekonomi Gen Z dengan fenomena Great Wealth Transfer, yakni perpindahan kekayaan dalam jumlah besar dari generasi Baby Boomer dan generasi yang lebih tua kepada generasi berikutnya.

Perpindahan aset tersebut diperkirakan dapat memberikan tambahan modal bagi generasi muda untuk membangun kekayaan, baik melalui kepemilikan aset, investasi maupun aktivitas usaha.

Namun, kondisi finansial Gen Z saat ini belum sepenuhnya mencerminkan proyeksi tersebut. Tingginya biaya hidup, harga rumah, biaya pendidikan, serta kondisi pasar tenaga kerja membuat sebagian anak muda masih menghadapi tekanan ekonomi.

Dalam laporan tersebut, BofA menyebut banyak Gen Z masih berada dalam tahap awal membangun fondasi finansial. Sebagian dari mereka bahkan masih menghadapi kesulitan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari hanya dengan mengandalkan pendapatan pekerjaan.

Di sisi lain, karakter digital Gen Z membuka peluang baru untuk membangun sumber pendapatan dan kekayaan. Perkembangan fintech, e-commerce, investasi digital, dan ekonomi berbasis platform memberi akses yang lebih luas terhadap layanan keuangan dan peluang usaha dibandingkan generasi sebelumnya.

BofA mencatat bahwa Gen Z juga memiliki potensi untuk memperoleh peningkatan pendapatan seiring bertambahnya usia dan pengalaman kerja. Pertumbuhan tersebut, ditambah kemungkinan menerima warisan dari generasi sebelumnya, menjadi faktor penting dalam proyeksi peningkatan kekuatan ekonomi mereka.

Meski demikian, proyeksi pendapatan tidak secara otomatis berarti seluruh anggota Gen Z akan menjadi kaya. Ketimpangan pendapatan, kepemilikan aset, kondisi ekonomi, serta besarnya kekayaan yang diwariskan akan menentukan seberapa jauh manfaat pertumbuhan ekonomi tersebut dirasakan oleh masing-masing individu.

Dengan populasi Gen Z yang besar dan semakin dominan dalam angkatan kerja, perkembangan pendapatan serta pola konsumsi mereka diperkirakan akan semakin berpengaruh terhadap perekonomian global hingga 2035 dan seterusnya.