Jakarta, GPriority.co.id – Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian, mengikuti acara bukber (buka puasa bersama) Dewan Pengurus Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi). Acara ini bertajuk, “Silaturahmi & Buka Puasa Bersama” yang berlangsung di Sekretariat Apkasi Jakarta, pada Rabu (27/3) lalu.
Selain Mendagri Tito Karnavian, acara bukber ini juga turut dihadiri oleh Dewan Penasehat Apkasi bersama dengan Menteri PANRB Abdullah Azwar Anas yang juga pernah menjabat Ketua Umum Apkasi, Kepala LKPP Hendrar Priadi dan Penasehat Khusus Apkasi Prof Ryaas Rasyid.
Ada juga para petinggi Apkasi, seperti Sekjen Apkasi Adnan Purichta Ichsan, Bendahara Umum Apkasi Hj. Ratu Tatu Chasanah, para Korwil Apkasi serta Pengurus dan Anggota Apkasi.
Melalui sambutannya, Mendagri Tito memberikan apresiasi atas kekompakan para pengurus dan anggota Apkasi.
“Saya memberikan apresiasi kepada Apkasi atas acara yang digelar ini dan menjadi kehormatan bagi saya untuk bisa menghadirinya. Saya juga mengingatkan menjelang perayaan lebaran Idul Fitri, saya meminta para bupati yang tergabung dalam Apkasi untuk proaktif menjaga situasi dan kondisi serta memastikan ketersediaan bahan pangan di wilayah masing-masing,” pesannya.
Dalam kesempatan tersebut, Mendagri Tito juga menyamapikan adanya 416 bupati yang menjadi anggota Apkasi, tentu memiliki peranan penting dalam menjaga stabilitas ekonomi dan keamanan di daerah masing-masing. Terutama menyangkut bahan pangan dan lain-lain.
“Selain menjaga pasokan bahan pangan, saya juga mengimbau pemerintah daerah untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan dalam arus mudik Lebaran. Karena itu, bagi rekan-rekan kepala daerah diminta untuk memastikan standar keamanan dan keselamatan pada transportasi umum dijalankan dengan benar. Misalnya, ketersediaan pelampung sebagai fasilitas wajib pada kapal-kapal penyeberangan,” tuturnya.
“Untuk itu, saya mewanti-wanti para bupati agar melakukan pengawasan dengan baik agar arus mudik (lebaran 2024) dan nantinya arus balik berjalan dengan lancar,” Tito menambahkan.
Mendagri Tito juga mengingatkan, bahwasannya kecelakaan pada angkutan laut kerap terjadi akibat kelebihan beban atau muatan (overload).
Selanjutnya, Mendagri Tito juga memberikan santunan kepada perwakilan anak yatim yang hadir dalam acara ini.
Foto : Puspen Kemendagri
