Jakarta, GPriority.co.id – Platform Instagram dilaporkan sedang menguji fitur baru yang memungkinkan pengguna untuk mengekspresikan ketidaksetujuan alias dislike, terhadap komentar yang dianggap toxic, seperti dilansir dari laman Bloombergtech. Ikuti YouTube, fitur tombol dislike tersebut bertujuan untuk memberikan cara bagi pengguna Instagram, terutama pembuat konten, untuk mengelola serta mengurangi komentar negatif tanpa harus menghapusnya.
Melalui tombol dislike ini, pengelola Instagram berharap dapat mengurangi perilaku toxic pada platform tersebut dan memberikan pendekatan moderasi yang lebih partisipatif. Kendati demikian, fitur tombol dislike ini juga menimbulkan pertanyaan penting mengenai dampaknya terhadap kebebasan berbicara, juga bagaimana pengguna dapat berinteraksi di Instagram.
Apabila pengelola Instagram memutuskan untuk melanjutkan penggunaan tombol dislike tersebut, fitur ini dapat membantu menciptakan lingkungan yang lebih sehat di platform dengan logo berwarna perpaduan ungu, merah jambu, kuning, serta jingga tersebut. Namun, penting juga untuk mempertimbangkan bagaimana fitur tersebut dapat memengaruhi dinamika interaksi sosial dan kebebasan berekspresi pada platform Instagram.
Alasan Instagram Belum Terapkan Tombol Dislike

Dilansir dari berbagai sumber, ada beberapa alasan mengapa Instagram belum menghadirkan fitur dislike, diantaranya :
1. Mencegah Negativitas dan Cyberbullying
Instagram berusaha menciptakan lingkungan yang positif dan mengurangi potensi perundungan daring (cyberbullying). Tombol dislike berisiko digunakan untuk merendahkan atau menjatuhkan seseorang secara publik.
2. Fokus pada Engagement Positif
Instagram lebih mengutamakan fitur yang mendorong interaksi positif, seperti like, komentar, dan reactions di Instagram Stories. Alih-alih dislike, Instagram memberi opsi untuk “tidak tertarik” pada suatu postingan yang hanya terlihat oleh pengguna sendiri.
3. Sudah Ada Alternatif untuk Mengontrol Konten
Jika pengguna tidak menyukai suatu konten, mereka dapat melaporkan, mute, atau unfollow akun tersebut. Algoritma Instagram juga mempelajari preferensi pengguna berdasarkan interaksi mereka untuk menyajikan konten yang lebih relevan.
Editor: Novita Intan
Foto : Ilustrasi/TechWiser
