Nusa Dua, Gpriority.co.id – Di momen The 6th IMSS, Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin menegaskan pentingnya menjaga kedaulatan negara secara kokoh dan menjunjung tinggi prinsip saling menghormati serta saling menguntungkan dalam upaya membangun perdamaian.
Saat memberikan keynote speech dalam pembukaan The 6th IMSS (International Maritime Security Symposium) di Bali, pada Senin (17/2), Menhan Sjafrie menekankan bahwa upaya mencapai perdamaian harus sejalan dengan menjaga kedaulatan negara yang kuat dan menjunjung tinggi saling menghormati.
Ditekankan pula akan pentingnya kolaborasi komunitas maritim dan angkatan laut dalam menghadapi tantangan kemanusiaan global. “Melalui pertemuan ini, kita berbagi cara menghadapi tantangan kemanusiaan global, dimana komunitas maritim dan angkatan laut harus berkontribusi demi kepentingan kemanusiaan,” ujarnya seperti dilansir laman Kemhan.
Sebagai wujud solidaritas global, dirinya pun mengajak semua pihak untuk memperkuat hubungan, membangun kerja sama maritim, dan meningkatkan kapasitas guna mewujudkan kawasan Indo-Pasifik yang damai, stabil, dan makmur.
Menhan Sjafrie juga menyampaikan bahwa komunikasi yang kuat, baik antarindividu maupun antarnegara, sangat penting dalam masa damai untuk kesiapan menghadapi bencana sebagai bentuk solidaritas internasional.
Sementara itu, Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali mengatakan The 6th IMSS tahun 2025 diharapkan dapat menjadi platform diplomasi maritim, mempererat persahabatan antar negara, dan berkolaborasi dalam memajukan kerja sama multilateral.
“Saya sangat senang fokus kegiatan ini adalah pada kemajuan teknologi dan kerja sama antara kekuatan maritim. Kegiatan ini akan memperkuat kerja sama internasional yang akan menentukan keberhasilan dalam menjaga keamanan dan stabilitas maritim,” katanya dirilis Dispenal.
Diungkapkannya, IMSS mempunyai banyak manfaat karena Indonesia akan membuat komitmen bersama dengan berbagai negara untuk bekerja sama dalam menanggulangi masalah kegiatan ilegal di laut dimana antara negara yang berbatasan akan membangun hubungan yang baik untuk mencegahnya.
DIsamping itu, pada ajang ini seluruh delegasi juga berdiskusi untuk mencegah konflik karena semuanya saling berdiskusi untuk memecahkan masalah kemanusiaan. “Harapannya, IMSS dapat meningkatkan kerja sama seluruh Angkatan Laut dan seluruh stakeholder kemaritiman dalam mengamankan situasi maritim di kawasan. Kita perlu bekerja sama antar negara, Indonesia berbatasan dengan 10 perbatasan laut dengan negara tetangga. Untuk itu kita harus bersinergi, contohnya kita memiliki Coordinated Patrol. Disini nanti kita akan kembangkan kerja sama dengan negara-negara di seluruh regional,” pungkasnya.
Sebagai informasi, The 6th IMSS tahun 2025 diselenggarakan secara daring dan luring serta diikuti oleh 300 personel dari 38 negara di dunia. Kegiatan ini digelar bersamaan dengan 5th Mutilateral Naval Exercise Komodo (MNEK) tahun 2025, di mana simposium ini bertujuan memberikan wawasan bagi para delegasi terkait kebijakan keamanan maritim, kerjasama dan diplomasi untuk stabilitas keamanan maritim, serta mempererat hubungan antar Angkatan Laut dan Coast Guard melalui pertukaran pandangan dan kerjasama lintas negara.
The 6th IMSS 2025 yang kali ini mengambil tema “Addressing Maritime Security Challenges Through Cooperation And Technology”, dibuka secara resmi dengan pemukulan gong oleh Menhan Sjafrie Sjamsoeddin didampingi oleh Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali.
Foto : Kemhan
