Kedubes AS: Akun Instagram Private Tetap Bisa Dilacak, Ini 5 Cara Mengamankannya

Kedutaan Besar Amerika Serikat (Kedubes AS) di Jakarta belum lama ini mengingatkan masyarakat bahwa potongan kecil jejak digital yang tersebar di internet dapat dirangkai untuk menemukan informasi pribadi seseorang/Foto : Dok. Instagram @usembassyjkt Kedutaan Besar Amerika Serikat (Kedubes AS) di Jakarta belum lama ini mengingatkan masyarakat bahwa potongan kecil jejak digital yang tersebar di internet dapat dirangkai untuk menemukan informasi pribadi seseorang/Foto : Dok. Instagram @usembassyjkt

Jakarta, GPriority.co.id – Mengubah akun Instagram menjadi private ternyata tidak serta-merta membuat identitas dan aktivitas pengguna sepenuhnya tersembunyi.

Kedutaan Besar Amerika Serikat (Kedubes AS) di Jakarta belum lama ini mengingatkan masyarakat bahwa potongan kecil jejak digital yang tersebar di internet dapat dirangkai untuk menemukan informasi pribadi seseorang.

Peringatan tersebut disampaikan melalui akun Instagram resmi @usembassyjkt pada Sabtu (5/9). Dalam unggahannya, Kedubes AS menggunakan contoh akun fiktif @nadya.jpg yang dibuat private dan disebut tidak pernah mengunggah konten.

Namun, penelusuran tetap dapat dilakukan melalui aktivitas di akun lain. Jejak tersebut bermula dari komentar mengenai olahraga lari pada unggahan pengguna lain. Dari sana, informasi berkembang menuju unggahan perlombaan, kota asal, sekolah, hingga foto keluarga yang dibagikan oleh orang-orang terdekat.

Ilustrasi tersebut menunjukkan bahwa privasi akun Instagram tidak hanya bergantung pada pengaturan akun sendiri. Informasi mengenai seseorang juga dapat muncul melalui komentar, unggahan teman, tag, foto keluarga, maupun interaksi dengan pengguna lain.

Kedubes AS mengingatkan pengguna agar berpikir dua kali sebelum mengunggah, memberikan komentar, atau membagikan sesuatu secara online. Sebab, jejak digital dapat terbentuk bukan hanya dari konten yang dibuat sendiri, tetapi juga dari aktivitas orang lain yang berkaitan dengan pengguna.

Lantas, bagaimana agar akun Instagram aman dan tidak mudah dilacak hacker?

Pertama, gunakan kata sandi yang kuat dan unik, serta jangan menggunakan kata sandi yang sama pada beberapa akun. Badan Keamanan Siber dan Infrastruktur Amerika Serikat (CISA) merekomendasikan penggunaan password manager untuk membantu mengelola kata sandi yang kuat.

Kedua, aktifkan autentikasi multifaktor (MFA) atau two-factor authentication (2FA). Fitur ini memberikan lapisan perlindungan tambahan sehingga peretas tidak cukup hanya mengetahui kata sandi untuk masuk ke akun.

Ketiga, batasi informasi pribadi yang dibagikan. Hindari mencantumkan alamat rumah, tanggal lahir lengkap, nomor telepon, lokasi secara real-time, maupun rencana bepergian. CISA juga menyarankan pengguna menonaktifkan atau membatasi fitur lokasi yang dapat menunjukkan keberadaan seseorang.

Keempat, periksa aplikasi pihak ketiga yang terhubung dengan akun dan cabut akses yang tidak diperlukan. Pengguna juga perlu berhati-hati terhadap tautan atau pesan mencurigakan yang meminta informasi login.

Terakhir, jangan hanya mengandalkan status akun Instagram private. Pengguna tetap perlu memperhatikan apa yang dibagikan sendiri maupun oleh orang-orang di sekitarnya. Sebab, semakin banyak potongan informasi yang tersedia secara online, semakin mudah seseorang menyusun gambaran mengenai identitas dan aktivitas pengguna.