Indonesia Dilanda Gempa, Ini Doa yang Dianjurkan Rasulullah SAW untuk Korban

Ilustrasi umat muslim sedang berdoa/Foto : Dok iStock

Jakarta, GPriority.co.id – Belakangan ini, Indonesia kembali diguncang musibah gempa bumi, seperti yang terjadi di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, dan Bekasi, Jawa Barat. Peristiwa ini menimbulkan duka mendalam bagi masyarakat yang terdampak.

Menyikapi hal tersebut, CEO dan Founder Santri Motivator School, Ustadz Asroni Al Paroya, mengingatkan bahwa Rasulullah SAW mengajarkan umatnya untuk mendoakan sesama yang terkena bencana agar diberi kekuatan dan kesabaran.

Doa tersebut berbunyi:

اللَّهُمَّ أْجُرْنِي فِي مُصِيبَتِي وَاخْلُفْ لِي خَيْرًا مِنْهَا

Latin: Allahumma ajirnī fī muṣībatī, wakhluf lī khayran minhā.

Artinya: “Ya Allah, berilah aku pahala dalam musibahku ini, dan gantikanlah untukku dengan sesuatu yang lebih baik darinya.” (HR. Muslim)

Selain itu, kata dia, kalian juga dapat membacakan doa berikut ini:

إنَّا للهِ وإنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ اللَّهُمَّ أجِرْنِي فِي مُصِيبَتي وأَخْلِفْ لِي خَيْراً مِنْها

Latin: Innā lillāhi wa innā ilaihi rāji‘ūn. Allāhumma ajirnī fī muṣībatī wa akhlif lī khairan minhā.

Artinya: “Sesungguhnya kami adalah milik Allah, dan sungguh hanya kepada-Nya kami akan kembali. Ya Allah, karuniakanlah padaku pahala dalam musibah yang menimpaku dan berilah aku ganti yang lebih baik daripadanya.”

Ustadz Asroni berharap musibah yang dialami masyarakat Poso dan Bekasi tidak melemahkan mereka.

“Justru malah menjadi jalan penguat persaudaraan, mempertebal iman, dan membuka jalan menuju kebaikan yang lebih luas. Amin,” kata Ustadz Asroni kepada GPriority, Kamis (21/8).

Lebih lanjut, Ustadz Asroni mengajak semua pihak, khususnya umat Muslim, untuk senantiasa mawas diri dan berhati-hati di manapun berada.

Sebab, menurut dia, musibah tidak diketahui kapan datangnya, dan di tempat mana Allah akan menguji umat-Nya.

“Kita harus senantiasa mengingat-Nya karena tentu dengan mengingat-Nya hati kita akan tenang, dan semua yang kita alami, serta yang akan kita alami, semuanya kita kembalikan kepada yang memiliki, yaitu Allah SWT,” tuturnya.

Pewarta : Fifi Abdurahman