Jakarta, GPriority.co.id – Penggemar makanan Jepang pasti sudah tidak asing dengan unagi.
Unagi biasanya disajikan bersama nasi. Bisa dipanggang, maupun disajikan sebagai sushi.
Di Indonesia sendiri, unagi biasa disebut sidat. Hebatnya, Indonesia dilaporkan menjadi salah satu negara pengekspor unagi terbesar di dunia.
Selain ke Jepang, Indonesia juga mengekspor sidat atau unagi ke beberapa negara lain seperti Amerika Serikat, Korea, serta Vietnam.
Belum lama ini, sidat asal Cilacap menarik perhatian dunia.
Separate

Lokasi Cilacap yang sangat strategis dan dekat dengan samudera hindia dan sungai, menjadi habitat untuk sidat berkembang.
Biasanya, para nelayan akan menangkap sidat-sidat berukuran kecil. Kemudian mereka akan memelihara sidat tersebut selama kurang lebih 18 bulan, hingga ukuran sidat cocok untuk diperjualbelikan.
Karena popularitas sidat dari Cilacap dan tingginya permintaan pasar, Cilacap sampai dijuluki sebagai Kampung Sidat.
Dengan dukungan dari IFish Project dari FAO dan Kementerian Perikanan dan Kelautan (KKP), para nelayan dibantu untuk bisa mengembangkan bisnis sidat yang siap ekspor.
Program ini bukan sekadar membantu meningkatkan perekonomian warga lokal, namun juga memperkuat posisi Indonesia di pasar seafood dunia.
Manfaat Mengkonsumsi Unagi

Jadi salah satu makanan favorit di Jepang dan para pecinta sushi atau seafood, ternyata ikan sidat atau unagi memiliki beragam manfaat baik.
Diantaranya seperti menjaga kesehatan mata karena mengandung vitamin A, kemudian menjaga kesehatan jantung dan tulang karena mengandung omega-3.
Mengonsumsi unagi juga dapat menjaga kesehatan kulit, otak, sistem saraf, tekanan darah, hingga kolesterol.
Bagi ibu hamil, ikan sidat atau unagi juga dapat menjadi variasi makanan pendamping ASI (MPASI), karena dapat meningkatkan daya tahan tubuh anak-anak.
Karena memiliki sedikit kandungan lemak jenuh dan rendah kalori, unagi juga dapat dikonsumsi saat diet, dan membantu menjaga kesehatan berat badan.
Di Jepang sendiri, unagi biasanya lebih sering dikonsumsi saat musim panas.
Bahkan di Jepang pun terdapat hari khusus makan unagi, yaitu Hari Sapi Pertengahan Musim Panas (doyo no ushi no hi).
Foto : Tokyo Weekender
