Ini Alasan Kemenag Buka Tutup Umrah

Jakarta,gpriority-Sabtu, 8 Januari 2022, Pemerintah Indonesia dalam hal ini Kementerian Agama (Kemenag) memberangkatkan 1.731 jemaah melalui Asrama Haji Embarkasi Pondok Gede Jakarta dengan menggunakan skema One Gate Policy (OGP). Skema OGP mewajibkan seluruh jemaah umrah yang tiba di Asrama Haji Pondok Gede langsung melakukan screening kesehatan dan kelengkapan dokumen.

Direktur Jenderal Penyelenggaran Haji dan Umrah Hilman Latief beberapa waktu lalu menjelaskan bahwa skema OGP yang diterapkan kepada jemaah umrah, merupakan kebijakan satu pintu umrah yang mewajibkan seluruh jemaah umrah untuk menjalankan karantina terlebih dahulu di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta, dengan pemeriksaan PCR standar dari Kementerian Kesehatan dan diberangkatkan melalui Bandara Soekarno-Hatta.

“Kementerian Agama dalam hal ini Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah bukan hanya memfasilitasi jemaah untuk melakukan ibadah namun juga turut memastikan keselamatan jemaah, untuk itu berbagai cara kami lakukan guna menjamin keselamatan jemaah, skema OGP saat ini menjadi pilihan yang harus diikuti oleh seluruh jemaah dan PPIU (Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah),” ujar Hilman.

Namun Hilman mengatakan bahwa skema OGP perlu dikaji atau dievaluasi kembali dengan melihat perkembangan virus Omicron yang terjadi di Indonesia dan Arab Saudi. Oleh karena itu, terhitung tanggal 15 Januari 2022 Ditjen PHU Kemenag mulai melakukan evaluasi secara komprehensif terkait keberangkatan jemaah umrah ke Arab Saudi.

Dia juga menerangkan bahwa jemaah umrah pertama akan kembali ke Indonesia tanggal 17 Januari 2022. “Selama pemberangkatan pertama hingga kembali, Kemenag tidak mengizinkan jamaah lainnya untuk berangkat, “ jelas Hilman.

 Dari kembalinya jemaah pertama ke Indonesia Ditjen PHU akan melihat ada atau tidaknya jemaah yang terdeteksi Omicron, serta berapa jumlahnya dan untuk itulah sampai menunggu jemaah kembali Ditjen PHU beserta kementerian lainnya akan melakukan evaluasi berdasarkan data yang valid.

“Kami sengaja melakukan skema buka tutup umrah. Tujuanya untuk menyiapkan skenario-skenario lebih lanjut apabila ada jamaah banyak yang terdeksi terjangkit omricon. Tak hanya itu dengan adanya skema buka tutup ini, Kami hanya mendorong PPIU untuk lebih slow mengirim jemaah, jangan terlalu banyak, jangan dilakukan secara dadakan dan kami akan segera mengumumkan hasil evaluasi. Sekali lagi bahwa mekanisme buka tutup ini dilakukan seiring perkembangan Omicron di Indonesia dan Arab Saudi,” tegas Hilman.

Menanggapi skema  buka tutup ini, Menag  Yaqut Cholil Qoumas menegaskan bahwa pemberangkatan jemaah umrah asal Indonesia tidak akan dihentikan. Menag juga memastikan bahwa proses keberangkatan jemaah umrah akan tetap menerapkan skema kebijakan satu pintu atau one gate policy (OGP).

“Tidak ada pemberhentian umrah. Saya juga sudah meminta kepada Pak Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah agar keberangkatan jemaah tetap menerapkan one gate policy,” tegas Menag saat Rapat Kerja dengan Komisi VIII DPR RI di Senayan-Jakarta, Senin (17/1/2022). 

“One gate policy tetap diberlakukan. Jangan kemudian di masing-masing daerah bisa terbang sendiri-sendiri,” sambungnya.

Menurut Menag, keberangkatan jemaah umrah tetap berjalan. Sebab, tidak ada undang-undang yang melarang warga negara pegi ke luar negeri, termasuk untuk menjalankan ibadah umrah, kalau sudah mendapatkan visa. Kecuali kalau yang bersangkutan terkena masalah hukum. 

“Jadi kalau sudah mendapat visa, dia berhak ke luar negeri. Tapi pemerintah berhak melakukan pengaturan,” jelasnya. 

“Penerapan one gate policy adalah bagian dari pengaturan yang diberlakukan pemerintah,” sambungnya.

Menag mengaku awalnya ada usulan untuk mencabut pengaturan one gate policy. Namun, setelah proses evaluasi, apalagi ada kasus tim advance penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU) yang terkena Omicron, diputuskan kebijakan satu pintu tetap diberlakukan.

“Kita masih pakai one gate policy aja masih ada yang kena, apalagi kalau dicabut, akan sangat riskan,” pesannya.

Jemaah umrah Indonesia diberangkatkan kali pertama pada pada 8 Januari 2022. Sampai dengan keberangkatan pada 15 Januari 2022, total ada 1.731 jemaah umrah yang sudah berangkat ke Arab Saudi. Dari jumlah itu, ada 400 jemaah yang akan kembali ke Tanah Air pada hari ini.

“Kita sudah melakukan evaluasi terhadap tim advance yang pulang dari Saudi. Evaluasi akan dilakukan lebih komprehensif seiring kepulangan jemaah umrah yang pertama,” tutur Menag.

Terkait kemungkinan asrama haji Pondok Gede menjadi tempat karantina kepulangan jemaah umrah, Menag mengaku masih belum mendapatkan persetujuan dari Satgas Pencegahan Penyebaran Covid-19. Meski demikian, proses komunikasi terus dilakukan.(Hs.Foto.Humas Kemenag)