Israel dan Palestina Sepakat Gencatan Senjata, Menlu RI Buka Suara

Israel dan Palestina Sepakat Gencatan Senjata, Menlu RI Buka Suara Israel dan Palestina Sepakat Gencatan Senjata, Menlu RI Buka Suara

Jakarta, GPriority.co.id – 15 bulan konflik di Jalur Gaza, Israel dan Hamas telah berlangsung. Kabar baiknya, saat ini Israel dan Palestina telah sepakat menyetujui gencatan senjata yang akan dimulai sejak 19 Januari mendatang.

Kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Palestina ini mencakup penghentian kekerasan serta pertukaran sandera dan tahanan.

Hal tersebut diumumkan langsung oleh Perdana Menteri Qatar, Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al-Thani.

Dalam hal ini, Qatar berperan penting sebagai mediator. Pihak Qatar pun berharap jika langkah ini dapat menjadi pemantik untuk menuju perdamaian antara Israel dan Palestina secara permanen.

Kendati gencatan senjata membawa harapan besar bagi Palestina, namun negara tersebut masih memiliki  tantangan.

Tantangan ini datang akibat konflik berkepanjangan serta kepercayaan antar pihak. Menurut pengamat internasional, kesepatan ini membuka peluang perdamaian lebih luas, meski pelanggaran gencatan serupa masih diragukan setelah kesepakatan ini.

Menlu RI: Kesepakatan Gencatan Senjata Dorong Perdamaian di Palestina

Usai kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Palestina diumumkan, Menlu RI, Sugiono, turut membuka suara.

Dalam pernyataannya di akun X @Menlu_RI, Menlu Sugiono mengatakan jika Indonesia mengapresiasi kesepakatan gencatan senjata yang dilakukan kedua negara.

Sejak awal konflik di Jalur Gaza, Israel, dan Hamas, puluhan ribu nyawa telah gugur. Indonesia sendiri menjadi salah satu negara yang selalu vokal dalam menyerukan gencatan senjata antara Israel dan Palestina.

“Oleh karena itu, Indonesia apresiasi kesepakatan gencatan senjata, sesuai dengan yang selama ini terus kita dorong bersama dengan masyarakat internasional. Langkah penting berikut adalah memastikan kesepakatan tersebut dilaksanakan segera dan secara komprehensif, untuk mencegah jatuhnya korban lebih banyak,” tulis pernyataan tersebut, dikutip pada Kamis (16/1).

Lebih lanjut, Menlu Sugiono juga berharap jika kesepakatan gencatan senjata ini dapat menjadi momentum untuk mendorong perdamaian di Palestina secara permanen.

Meskipun diakuinya, perdamaian tersebut dapat terlaksana melalui solusi dua negara (two-state solutions) yang disepakati oleh masyarakat internasional.

Terakhir, Menlu Sugiono mengatakan jika Indonesia akan siap berkontribusi dalam upaya pemulihan kehidupan masyarakat di Gaza, Palestina.

Diantaranya melalui bantuan kemanusiaan, dukungan terhadap peran UNRWA, maupun upaya rekonstruksi Gaza.

Foto : Politicio