Jakarta, GPriority.co.id– PT Pengembangan Pariwisata Indonesia dan Plataran Indonesia menandatangani perjanjian lanjutan Land Utilization and Development Agreement terkait pengembangan lahan Lot SW7 di kawasan The Nusa Dua, Bali.
Lahan Lot SW7 seluas 5.679 meter persegi akan dikembangkan selama 50 tahun menjadi Center of Nusa Dua’s Iconic Intimate Venue & Dining. Proyek yang dirancang sebagai pusat kuliner dan venue MICE (Meeting, Incentive, Convention, Exhibition) premium dengan mengusung konsep heritage dining venue dan iconic premium intimate MICE venue, menggabungkan keunikan budaya Indonesia dan standar internasional.
Direktur Utama Pengembangan Pariwisata Indonesia Ari Respati mengatakan kerja sama strategis dengan Plataran khusus Lot SW7 di The Nusa Dua sejalan dengan komitmen kami untuk menghadirkan destinasi pariwisata berkualitas tinggi yang mengedepankan kearifan lokal dan budaya Indonesia.
“Kami optimis proyek ini akan menjadi daya tarik baru yang tidak hanya memperkaya pengalaman wisata, tetapi juga semakin memperkuat posisi The Nusa Dua sebagai destinasi pariwisata premium berstandar internasional,” ujar Ari dalam keterangan resmi, Sabtu (8/2).

Sementara itu CEO dan Founder Plataran Indonesia, Yozua Makes, menambahkan kolaborasi dengan ITDC dalam proyek yang akan menampilkan kekayaan budaya Indonesia melalui konsep kuliner dan venue yang unik.
“Dengan pengalaman kami dalam menghadirkan destinasi berkelas dunia, kami optimis proyek ini akan memberikan kontribusi signifikan bagi pariwisata Bali, pada khususnya, dan makin mengharumkan nama bangsa di mata dunia,” kata Yozua.
Ke depan diharapkan kerja sama ini tidak hanya meningkatkan daya tarik The Nusa Dua sebagai destinasi pariwisata premium, tetapi juga memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal melalui penciptaan lapangan kerja dan pemberdayaan komunitas setempat.
“Dengan mengedepankan konsep yang memadukan budaya Indonesia dan standar internasional, proyek ini diharapkan menjadi ikon baru di Bali yang menarik wisatawan domestik dan mancanegara,” katanya.
Foto: Dok. Pengembangan Pariwisata Indonesia
