Jaguar Rilis Logo Baru, Fokus Pasarkan Kendaraan Listrik

Jaguar Rilis Logo Baru, Fokus Pasarkan Kendaraan Listrik Jaguar Rilis Logo Baru, Fokus Pasarkan Kendaraan Listrik

Jakarta, GPriority.co.id – Jaguar, produsen mobil Inggris, resmi rilis logo baru. Logo ini menandakan Jaguar yang akan berfokus pada kendaraan listrik.

Jaguar merupakan produsen mobil asal Inggris yang dimiliki oleh Tata Motors. Pihak Jaguar memperkenalkan logo dan merek baru saat bersiap untuk meluncurkan kembali merk mobil listrik.

Logo baru Jaguar tersebut diluncurkan pada hari Selasa (19/11) lalu. Perubahan logo Jaguar mencakup penghapusan hewan jaguar pada logo mereka, serta perubahan font yang nampak lebih fleksibel.

Setelah menghentikan penjualan mobil baru lebih dari setahun yang lalu untuk fokus pada pembaruan citranya, Jaguar berencana untuk meluncurkan tiga model mobil listrik baru pada tahun 2026.

Logo yang diperbarui, juga menampilkan perpaduan unik antara huruf besar dan kecil, yang digambarkan perusahaan Jaguar sebagai “harmoni visual.”

Direktur Pelaksana Jaguar Rawdon Glover menjelaskan, keputusan untuk berhenti menjual mobil baru adalah “sengaja,” dan bertujuan untuk menetapkan perbedaan yang jelas antara model sebelumnya dan kendaraan listrik Jaguar yang akan datang.

Lebih lanjut, Rawdon optimis mengungkapkan jika Jaguar akan keluar dari zona ‘kepunahan’ lewat mobil listrik barunya nanti.

“Kami akan membawa Jaguar kembali ke masa ketika kami membuat mobil yang indah dan diminati, meski tidak dalam jumlah besar dan tidak memiliki banyak modelnya. Hingga saat ini, kami hanya memiliki enam atau tujuh model,” ujar Rawdon seperti dilansir dari laman topgear.

“Ini bukan sekadar mobil baru, ini adalah penemuan kembali merek secara menyeluruh,” lanjut Rawdon.

Optimalkan Produk Kendaraan Listrik

Dalam memasarkan produk kendaraan listriknya, pihak Jaguar mengaku mempersiapkannya secara optimal.

Jaguar I-PACE, salah satu mobil EV Jaguar / Foto : Jaguar Indonesia

Menurut Rawdon, Jaguar juga terinspirasi dari merk-merk tas mewah seperti Hermes yang menciptakan produk dengan harga tidak rasional, namun justru banyak yang mengincarnya.

“Beralih ke EV saja berarti kita perlu serangkaian layanan EV yang lengkap. Jangan perlakukan EV seperti mobil pada umumnya. Maka kita melakukan pendekatan terpadu untuk pengisian daya, juga dalam mengelola klien,” tegasnya.

Foto : Autocar