Jakarta, GPriority.co.id – Sejumlah lokasi di Jakarta Utara (Jakut) terendam banjir rob atau banjir pesisir pada Senin (16/12) pagi. Beberapa lokasi tersebut ialah Muara Angke, Pelabuhan Sunda Kelapa, kawasan Ancol, Jalan RE Martadinata, Kapuk Muara dan lainnya.
Bencana ini mengakibatkan sejumlah aktivitas masyarakat terganggu. Lantas apa penyebab banjir rob?
Banjir rob atau banjir laut pasang disebabkan pasangnya atau naiknya air laut sehingga menuju ke daratan. Umumnyaa, jenis banjir ini biasa terjadi di daerah pesisir dan pemukiman yang dekat dengan pantai seperti di Jakarta Utara.
Dampak Banjir Rob
Mengutip laman lindungihutan.com, banjir rob berdampak kepada sejumlah masalah seperti kerugian materil hingga kerusakan lingkungan. Berikut dampak banjir rob:
1. Kerugian Material
Kerugian material adalah dampak yang pasti dialami oleh masyarakat akibat banjir rob. Kerugian material tersebut meliputi rumah warga yang terendam sehingga perabotan juga turut terendam, dokumen-dokumen berharga yang tertinggal, bahkan fasilitas umum akan mengalami kerusakan terutama yang berhubungan dengan listrik.
Selain itu, berbagai fasilitas umum dan pelayanan publik yang tergenang air juga tidak dapat dimanfaatkan sebagaimana mestinya.
2. Kerusakan Bangunan
Bangunan dan pemukiman yang terendam oleh air akan cepat mengalami kerusakan, mulai dari keramik, pintu hingga tembok. Terlebih lagi, banjir rob memiliki kandungan garam yang berasal dari laut dan mempercepat proses korosi pada berbagai perabot dan pondasi.
3. Membawa Sumber Penyakit
Banjir dengan kandungan bakteri di dalamnya akan menjadi sumber dari berbagai penyakit, terdapat beberapa penyakit yang dapat muncul melalui banjir rob yaitu ISPA, diare, hingga DBD.
4. Lalu Lintas dan Mobilitas Terganggu
Air yang tergenang bukan hanya di perumahan penduduk, termasuk juga jalan raya, ditambah untuk jalanan yang tidak rata genangan akan semakin banyak.
Fenomena tersebut dapat mengganggu lalu lintas karena merusmenjadi penyebab kendaraan dan mesin mati.
5. Kelangkaan Air Bersih
Air bersih yang seharusnya dikonsumsi namun bercampur dengan air banjir sehingga masyarakat kesulitan untuk kembali menerima air yang layak konsumsi.
Cara Mengatasi Banjir Rob
Mitigasi banjir rob yang dapat dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat sehingga dapat mengurangi risiko yang terjadi diantaranya adalah :
1. Pembangunan tanggul di sepanjang muara sungai ataupun di pesisir pantai. Hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi air yang bertambah tinggi.
2. Pembangunan tempat pompa yang digunakan untuk memompa air laut yang masuk kedaratan kemudian akan diarahkan kepenampungan sementara.
3. Penataan kembali lingkungan di pesisir pantai maupun di bantaran sungai. Sehingga dapat meningkatkan wilayah resapan air.
Foto: RRI/Ilyas
