Jambi Sesuaikan Anggaran Setelah Refocusing Covid-19

Gubernur Jambi, Al Haris mengaku perlu menyesuaikan anggaran setelah melakukan perubahan mendahului penangangan Covid-19 sesuai anjuran Pemerintah Pusat tentang refocusing.

Hal tersebut Ia ungkapkan usai Penyampaian Kebijakan Umum Perubahan APBD (KUPA) dan Plafon Prioritas Anggaran Sementara Perubahan (PPAS-P) Provinsi Jambi Tahun Anggaran 2021, di Gedung DPRD Provinsi Jamb, Senin (13/09/2021).

“Perlu penyesuaian anggaran setelah melakukan refocusing penanganan Covid-19 dengan harapan nanti ada kesepakatan pada pembahasan,” ujarnya.

Rancangan KUPA Tahun Anggaran 2021 ini merupakan yang kedua kalinya disampaikan saat Pandemi, setelah sebelumnya KUPA 2020 disampaikan dengan asumsi dapat mengatasai Covid-19, ternyata belum sesuai harapan.

Gubernur menegaskan ketidakpastian perekonomian serta perubahan kebijakan rencana pendapatan daerah dan kebijakan refocusing anggaran, maka Pemerintah Provinsi Jambi melakukan penyesuaian belanja daerah pada belanja operasional, belanja modal, belanja tidak terduga maupun belanja transfer.

Kebijakan refocusing anggaran sendiri juga kembali dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Jambi dengan mengacu pada Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor: 17/PMK.07/2021, tentang Pengelolaan Transfer ke Daerah dan Dana Desa Tahun Anggaran 2021 dalam rangka Mendukung Penanganan Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) dan dampaknya, dimana paling sedikit 25 persen.

Dana Transfer Umum juga harus diarahkan untuk mendukung program pemulihan ekonomi daerah yang terkait dengan percepatan penyediaan sarana dan prasarana layanan publik dan ekonomi. Hal tersebut bertujuaan untuk meningkatkan kesempatan kerja, mengurangi kemiskinan, dan mengurangi kesenjangan penyediaan layanan publik antar daerah termasuk pembangunan sumber daya manusia dukungan pendidikan. Guna pemenuhan tersebut, Gubernur mengatakan akan diatur bahwa paling tinggi 20 persen diantaranya digunakan untuk perlindungan sosial dan 15 persen lainnya untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat. (Dwi.foto.dok. Diskominfo Jambi)

Related posts