Jerome Polin Ditawari Rp150 Juta Untuk Jadi Buzzer Ajakan Indonesia Damai

YouTuber dan Influencer Jerome Polin bongkar tawaran ajakan damai Indonesia yang diduga datang dari pemerintah/Foto : Tangkapan Layar Instagram @jeromepolin YouTuber dan Influencer Jerome Polin bongkar tawaran ajakan damai Indonesia yang diduga datang dari pemerintah/Foto : Tangkapan Layar Instagram @jeromepolin

Jakarta, GPriority.co.id – Di tengah situasi Indonesia yang sedang chaos karena adanya unjuk rasa, YouTuber dan influencer Jerome Polin membongkar tawaran Rp150 juta untuk jadi buzzer ajakan Indonesia damai. Diduga tawaran ini datang dari pihak pemerintah.

Buzzer ajakan Indonesia damai ditugaskan untuk meredam kritik publik kepada pemerintah serta Brimob, pascainsiden tewasnya pengemudi ojol (ojek online) Affan Kurniawan akibat dilindas mobil Barracuda milik Brimob.

Melalui postingan di Instagramnya, Jerome Polin membagikan isi tawaran yang meminta dirinya untuk membuat konten IG Reels sesuai arahan dengan menggunakan tagar tertentu. Ia juga tidak boleh menggunakan kata negatif.

Jerome pun merasa geram atas tawaran tersebut, terlebih saat ini situasi di Indonesia sedang tidak baik-baik saja. Ia juga menilai uang rakyat digunakan untuk sebuah pencitraan, dan bukan malah untuk kepentingan nyata masyarakat Indonesia.

“Ada tawaran fee 150 juta untuk jadi buzzer. Uang rakyat dipake buat bikin narasi-narasi untuk pencitraan seolah semua baik-baik saja. Jangan sampai lengah, jangan terpecah belah, kawal terus,” tulisnya sembari memperlihatkan tangkapan tawaran menjadi buzzer tersebut.

Lebih lanjut Jerome berpendapat jika dana sebesar itu dapat dimanfaatkan untuk hal-hal lain seperti menaikkan gaji guru atau mendanai kebutuhan pokok masyarakat misalnya.

Ia menyebut, dengan uang Rp150 juta, 15 guru bisa hidup lebih layak selama satu bulan atau 15.000 porsi makanan bisa disalurkan ke masyarakat.

“1 post kalo dipake buat naikin gaji guru per orang 10 juta, udah bisa bikin 15 guru hidup sejahtera selama sebulan. Jangan lengah, kita kawal terus. Kita berhak atas transparansi pemakaian uang pajak kita!! Sudah saatnya kita aware,” tulis Jerome.

Oleh karenanya, ia mengimbau para agensi serta KOL untuk tidak tegoda dengan menjadi buzzer demi keuntungan pribadi. Terlebih di tengah situasi politik yang sedang merugikan masyarakat Indonesia.

Jerome kemudian menutup pesannya dengan ajakan untuk sama-sama berjuang dan tidak mengorbankan kepentingan publik guna kepentingan kelompok tertentu.

“Dear agency dan KOL, aku mohon untuk kali ini, jangan korbanin rakyat buat kepentingan kalian sendiri. Semua lagi susah, kita berjuang bersama, yah? Tolong,” tutupnya.