Jakarta, GPriority.co.id – Joget Sadbor menjadi viral belakangan ini di media sosial YouTube dan TikTok. Untung banyak, Joget Sadbor raih saweran Rp700 ribu per hari!
Aksi Joget Sadbor dilakukan ramai-ramai oleh warga Kampung Margasari, Desa Bojongkembar, Sukabumi, Jawa Barat.
Joget Sadbor viral ini diketahui dipimpin oleh Gunawan, sosok dibalik pemilik akun @sadbor86.
Awal Mula Joget Sadbor Viral
Awalnya, Gunawan yang merupakan seorang penjahit keliling di Jakarta, mencoba live di TikTok.
Setelah saldonya bertambah beberapa dolar, Gunawan akhirnya pulang ke Sukabumi dan mengajak teman serta tetangganya untuk live di TikTok.

Tak disangka, joget ciptaannya kemudian viral dan sedang disorot karena ternyata sawerannya berjumlah cukup fantastis.
Dalam sehari, Gunawan dapat meraup saweran dari Rp400-700 ribu.
Viralnya Joget Sadbor, mengingatkan pada fenomena live mandi lumpur yang rela dilakukan demi mendapat gift di TikTok.
Untuk meraih gift berlimpah, para konten kreator mandi lumpur tersebut rela mengguyur tubuhnya dengan lumpur, saat menerima koin dalam jumlah tertentu.
Sama seperti fenomena mandi lumpur, Joget Sadbor dinilai netizen sebagai gaya baru dalam mengemis secara online.
Joget Sadbor pun kemudian semakin disorot karena disinyalir terafiliasi dengan judol (judi online).
Dugaan ini muncul usai seorang top contributor menyumbang gift di live Joget Sadbor.
Setelah di usut, top contributor tersebut menyematkan ‘promosi judol’ pada bio akun TikToknya.
Karena itulah, banyak yang menduga beberapa akun promotor judol sengaja memberikan saweran untuk mempromosikan judol secara halus.
Permasalahannya, judol saat ini kian marak di Indonesia.

Dilansir dari data PPATK, nilai transaksi judol di Indonesia pada Kuartal-I 2024 mencapai lebih dari Rp600 triliun. Angka tersebut naik secara signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Indonesia juga telah mendapatkan peringatan ‘Darurat Judi Online’ karena nilai transaksi judol di tanah air yang semakin fantastis jumlahnya.
Ditambah lagi, saat ini pemain judi online juga kian menjamur. Namun sayangnya, judol masih sering dianggap sebagai masalah personal dan tak berkaitan dengan secara struktural.
Perlu diketahui, dampak dari judi online tidak main-main. Salah satunya dapat menimbulkan underground economy.
Underground economy adalah kondisi potensi pajak dari aktivitas ekonomi hilang karena adanya aktivitas ilegal.
Mantan Menkominfo Budi Arie Setiadi pernah melaporkan jika judi online juga dapat merugikan negara hingga ratusan triliun tiap tahunnya.
Foto : Tangkapan Layar / TikTok @sadbor86
