Haltim,gpriority.co.id-Dalam rangka menghadiri rapat kordinasi (rakor) pengembangan kawasan transmigrasi di Halmahera Timur, yang digelar di Kecamatan Wasile, Sekretaris Jenderal (Sekjen), Kemendes PDT dan Transmigrasi Republik Indonesia, Taufik Majid beserta rombongan tiba di Halmahera Timur.
Kedatangan mereka disambut baik oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Halmahera Timur Maluku Utara.
Bupati Haltim Ubaid Yakub dalam sambutannya mengatakan, sangat mengapresiasi kedatangan Sekjen Kemendes PDT dan Transmigrasi, Taufik Majid di Halmahera Timur.
“Saya dan Masyarakat Haltim merasa bangga dengan kunjungan Sekjen Kemendes PDT, semoga ini menjadi keberkahan bagi Masyarakat semua,”
Lebih lanjut dijelaskan oleh Ubaid bahwa Haltim berdiri pada tahun 2003. ” Meski demikian pembangunan di Haltim baru di mulai pada tahun 2007 hingga saat ini. Progres pembangunan yang berkelanjutan membuat jumlah Kecamatan di Haltim menjadi semakin bertambah banyak yakni 10 yang menaungi sebanyak 102 Desa. 102 desa tersebut kini dihuni oleh 94.504 jiwa,” jelas Ubaid.
“Jadi kalau di rata-ratakan jumlah jiwa dan luas wilayah 14,7 jiwa, per kilometer persegi, artinya Desa Haltim masih ada yang tertinggal bahkan rilis BPS 14 persen Haltim masih masuk Daerah miskin,” tambah Bupati Ubaid.
Untuk angka stunting Haltim masuk ke dalam urutan ke tiga, dibawah Kabupaten Taliabu dan Sula.
Terkait dengan infrastruktur jalan, Ubaid menjelaskan masih mengalami kendala di aksebilitas 446 kilometer. “Sementara yang baru diambil Balai jalan Nasional Kementerian PUPR baru 345 km, sedangkan 601 kilometer dikembalikan lagi ke Haltim. Dari 601 Kilometer yang dikembalikan baru 225 yang beraspal, sisanya masih jalan tanah.
Ubaid berharap kehadiran Sekjen Kemendes PDT dan rombongan dapat membantu pembangunan di Halmahera Timur, sebagaimana problem sosial yang dihadapi saat ini, dan masih banyak hak-hak yang belum dipenuhi.
Sementara Sekjen Kemendes PDT dan Transmigrasi Republik Indonesia, merasa senang dapat secara langsung berinteraksi dengan Pemerintah Daerah Halmahera Timur dan Masyarakat Haltim,
“Luar biasa jika desa-desa transmigrasi ini menjadi desa defenitif, kalau kita besar ditempat yang baru itu luar biasa itu yang harus diperjuangkan karena kita ditantang dengan kendala, ketidakadilan dalam kebijakan anggaran maupun alam, akan membangun kolaborasi yang berkelanjutan,” kata Taufik Majid.
Lebih lanjut dikatakan Majid, Haltim memiliki sumber daya yang luar biasa maka investasi yang masuk ke daerah sampai ke desa harus memiliki syarat kelayakan. Skill harus ditingkatkan, harus mempertimbangkan faktor ekologis serta mendorong percepatan perekonomian.
“Karena nilai tukar ekonomis harus berbanding lurus dengan tingkat kesejahteraan masyarakat dan membuka lapangan kerja,” ungkap Sekjen Kemendes PDT.
Untuk mengantisipasi kemiskinan maka harus sesuai dengan data, karena akan tau jelas dan dapat diperuntukkan,” tutup Sekjen.(Rb.Foto.Rb)
