Tokyo, Gpriority.co.id – Legenda sepak bola Jepang Keisuke Honda mengklaim sponsor dari Amerika Serikat (AS) menunda kesepakatan iklan dengannya setelah ia secara terbuka mendukung partisipasi Iran di Piala Dunia 2026. Pernyataan Honda ini memicu kontroversi di tengah ketegangan geopolitik antara Iran, AS, dan Israel.
Pada kamis pekan lalu, mantan gelandang AC Milan dan CSKA Moscow yang pernah bermain di tiga Piala Dunia (2010, 2014, 2018) ini merespons laporan bahwa Iran “tidak berniat” ikut turnamen melalui akun X-nya. “Saya tahu ini sensitif, tapi saya pribadi ingin mereka berpartisipasi di Piala Dunia,” tulis Honda.
Sehari kemudian, Jumat, Honda mengonfirmasi dampaknya. “Tampaknya iklan dari perusahaan AS, yang seharusnya selesai tepat waktu untuk Piala Dunia, ditunda karena pernyataan ini,” ujarnya. Ia menambahkan dengan tegas, “Perusahaan yang mengabaikan esensi dan membuat keputusan buruk—kita lebih baik tanpa mereka.”
Latar belakangnya, Menteri Olahraga Iran Ahmad Donyamali menepis kemungkinan timnya tampil di Piala Dunia 2026 yang digelar bersama AS, Kanada, dan Meksiko. Pernyataan itu muncul usai “operasi tempur besar-besaran” AS dan Israel di Iran pada 28 Februari. “Mengingat rezim korup ini membunuh pemimpin kami, kami tidak bisa berpartisipasi. Anak-anak kami tidak aman,” tegas Donyamali. Ia menuding AS memaksa Iran berperang dua kali dalam delapan bulan terakhir.
Presiden AS Donald Trump juga ikut angkat bicara via Truth Social. “Tim Iran dipersilakan, tapi kehadiran mereka tidak pantas demi keselamatan mereka sendiri,” tulisnya.
Sementara itu, akun Instagram resmi timnas Iran TeamMelli membalas keras. Pernyataan yang dibagikan pelatih Amir Ghalenoei menegaskan, “Piala Dunia diatur FIFA, bukan individu atau negara. Iran lolos sebagai tim kuat. Yang bisa dikecualikan justru tuan rumah yang tak mampu jamin keamanan.”
Foto : Keisuke Honda FB
