Kenang Khamenei, Dubes Iran: Ia Pemimpin yang Tak Pernah Senyum ke Zionis

Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, saat memberikan sambutan di kediamannya, Kamis (5/3)/Foto : Dok. GPriority (Nindya Farhah Azzahrah) Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, saat memberikan sambutan di kediamannya, Kamis (5/3)/Foto : Dok. GPriority (Nindya Farhah Azzahrah)

Jakarta, GPriority.co.id – Dalam sesi doa bersama untuk mendiang Ayatollah Ali Khamenei, Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, mengenang sosok Pemimpin Tertinggi Iran tersebut.

Wafat di usia 86 tahun, semasa hidup Boroujerdi menyebut Khamenei sebagai Pemimpin Agung yang rela menghabiskan hidupnya untuk urusan negara serta persatuan umat Muslim.

“Hari ini kami berduka atas kehilangan seorang Pemimpin Agung yang cinta kepada Anda semua, cinta kepada seluruh rakyat yang juga mencintai beliau. Ia selalu mendoakan Anda semua,” ungkap Boroujerdi di kediamannya, Kamis (5/3).

Lebih lanjut Boroujerdi mengatakan bahwa Khamenei tak pernah sekalipun berkompromi dengan para Zionis. Bahkan Khamenei pun selalu melawan berbagai tindakan kekerasan dan genosida hingga pembunuhan.

“Ia (Khamenei) adalah seorang pemimpin yang bahkan tidak pernah senyum dengan rezim Zionis seperti Israel. Para musuh itu membunuh Pemimpin Agung kami dan menuduh sedang mencoba untuk membangun senjata nuklir,” ujarnya.

Boroujerdi menyebut, pembunuhan ini terjadi saat Khamenei memiliki fatwa haram tentang produk penyimpanan, produksi, hingga penggunaan senjata nuklir. Menurutnya, Khamenei sendiri merupakan pemimpin yang seringkali berupaya menyebarluaskan perdamaian dan stabilitas, sehingga selalu mengambil sikap tegas kepada para Zionis.

“Ia percaya apabila umat Muslim ingin menjadi umat yang agung dan mulia, maka mereka harus terus mengambil sikap yang tegas saat berhadapan dengan Zionis,” tuturnya.

Perlu diketahui, Khamenei wafat pada Sabtu (28/2) lalu akibat serangan gabungan AS-Israel ke Teheran. Sebelumnya pada sesi konferensi pers di Jakarta, Senin (2/3), Boroujerdi menegaskan jika serangan AS-Israel kepada Iran merupakan tindakan ilegal yang melanggar hukum internasional.

Mewakil pemerintah Iran, dirinya berharap negara-negara Islam dunia dapat menggunakan seluruh kapasitas diplomatiknya di forum multiteral seperti OKI (Organisasi Kerja Sama Islam) dan PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa), untuk mendukung Iran dan mengecam serangan AS-Israel.

“Ini merupakan langkah ilegal (serangan gabungan AS-Israel). Oleh karenanya, perlu diberikan kutukan secara keras terhadap serangan tersebut,” tegas Boroujerdi.